Calon Panwascam Madina Diduga Tidak Punya Integritas, Bawaslu Sumut Jangan Tutup Mata

Redaksi - Minggu, 07 Juni 2015 16:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062015/beritasumut_Calon-Panwascam-Madina-Diduga-Tidak-Punya-Integritas--Bawaslu-Sumut-Jangan-Tutup-Mata.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.

Beritasumut.com - Perekrutan Calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Pilkada Kabupaten Mandailing Natal (Madina) protes dari sejumlah calon Panwasca. Unsur transparansi demi untuk menciptakan pengawas yang berintegritas, bermoralitas, profesionalitas, dinilai tidak terwujud.

Demikian disampaikan Parulian salah satu calon Panwascam Kecamatan Ranto Baek yang tidak lolos ujian tes tertulis di Panyabungan, Ahad (7/6/2015).

"Pengumuman yang tidak mencantumkan hasil nilai ujian tes tertulis menuai unsur kecurigaan bagi sejumlah calon panwascam yang tidak lolos. Padahal dari perkiraan sejumlah calon yang tidak lolos adalah calon yang dianggap mampu dalam mengisi ujian tertulis karena sebelumnya telah mempelajari UU No 8 Tahun 2015 tentang Pilkada Gubernur dan Bupati/Walikota begitu juga dengan UU No 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu serta UUD 1945 dan ketiga UU tersebut sebagian besar masuk dalam ujian tes tertulis tersebut," katanya.

Dikatakannya, dari sejumlah nama yang lolos ujian tes tertulis diduga sebelumnya punya hubungan emosional dengan sejumlah Anggota Panwaslu Madina dan hal tersebut menjadi dugaan kuat unsur kelolosan bagi calon panwascam tersebut ke 6 besar sehingga tidak mengedepankan kemampuan.

"Jika perekrutan panwascam mengedepankan kepentingan baik perseorangan atau kelompok tentu pengawasan yang diharapkan oleh masyarakat dan pasangan calon nantinya diduga kuat akan menuai berbagai polemik yang memicu perseteruan antara pasangan calon yang akan bertarung untuk menjadi orang nomor satu di Mandailing Natal ini," katanya.

Parulian meminta LSM Mandailing Natal untuk melakukan kontrol terhadap perekrutan panwascam tersebut karena kolusinya diduga sangat tinggi dan sejumlah calon panwascam akan menyurati Panwaslu Madina terkait hasil yang tidak transparan tersebut dan meminta Bawaslu Provinsi Sumatera Utara agar turun tangan mengusut dugaan kecurangan rekrutmen Panwascam Mandailing Natal.

"Kalah menang adalah sebuah resiko dalam pertarungan, namun kita harapkan panwascam yang dihasilkan dari proses seleksi adalah orang-orang yang benar-benar mampu menjalankan tugas sesui dengan fungsinya dalam UU," katanya.

Gontar Hasibuan, Calon Panwascan Kecamatan Ulu Pungkut juga mengatakan hal yang sama terkait perekrutan panwascam tersebut. Ada dugaan pengkondisian terhadap sejumlah calon yang akan dimenangkan dari awal sehingga muncul dugaan rekrutmen ini hanya formalitas dari bagian tahapan persiapan dalam aturan UU No 8 Tahun 2015 tentang Pilkada Gubernur, Bupati/Walikota.

"Sejumlah calon yang lolos tes tertulis diduga punya unsur kedekatan baik secara famili dan kedekatan organisasi juga pekerjaan sebelumnya, tentu hal tersebut tidak mengedepankan kemampuan juga pengalaman," sebutnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Kemenag Langkat Laksanakan Launching Pembangunan Zona Integritas

Berita

Gubernur Akui Pembangunan Pertanian Sumut Sulit Mencapai Skala Ekonomis

Berita

Pangdam I BB: Pakta Integritas Jangan Hanya di Atas Kertas

Berita

Kemenag Langkat Akan Laksanakan Launching Pembangunan Zona Integritas

Berita

Sekjen Kemenag, Kita Akan Fokus Tingkatkan Internalisasi Nilai Integritas

Berita

7 Sekolah di Sumut Masuk Daftar Indeks Integritas UN Tertinggi se-Indonesia