Jelang Pilgub Sumut, Suhu Politik Semakin Panas dan Tidak Bermartabat

Redaksi - Sabtu, 12 Januari 2013 23:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir012013/beritasumut_Riduan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist
Medan, (beritasumut.com) – Jadwal pertarungan Pilgub Sumatera Utara Tahun 2013, semakin dekat. Suhu politik Sumut semakin panas dan dinilai semakin tidak bermartabat. Ini terlihat dari beberapa kejadian yang ditemui di lapangan. “Kami menilai bahwa pertarungan Pilgub Sumut pada Maret 2013 ini rawan dengan politik yang tidak sehat. Ini didukung dari keberadaan Cagub dan Cawagub Sumut merupakan bagian dari pejabat teras di beberapa kabupaten/kota dan pimpinan partai politik,” ujar Presiden Mahasiswa IAIN Sumatera Utara Ahmad Riduan Hasibuan dalam siaran persnya yang diterima beritasumut.com, Jumat (11/01/2013).Saling serang antar Cagub terus bergulir seolah-olah itu merupakan cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan tampuk kepemimpinan Sumut 1. Hal itu berbanding terbalik dengan jargon yang terpampang di berbagai baliho para kandidat, “Sumut sejahtera”, “Sumut lebih berwarna yang berwibawa sejahtera dan berguna”, “Membangun dari desa”, “Membangun dalam kebhinnekaan” sampai pada Cagub yang ingin melanjutkan dan melayani yang harapannya bahwa jargon-jargon ini sebagai simbol yang bisa diaplikasi buat masyarakat Sumut mendatang.“Namun hal yang sangat kami sesalkan hari ini kampanye politik para Cagub Sumut 2013 yang diisi para tokoh terpelajar itu seperti politikus kampungan. Ini terlihat dari cara-cara kampanye Cagub yang terus diwarnai dengan sapaan rasis di saat berorasi dihadapan masyarakat sehingga terlihat saling serang dan saling hujat ini berbanding terbalik dengan jargon yang dipampang di berbagai sudut dan pinggir jalan. Ini sangat memalukan. Baru memulai sudah penuh dengan hal-hal yang sangat tidak bermartabat,” ujarnya.Sebagai kaum independen, Presiden Mahasiswa IAIN SU meminta KPU dan Panwaslu melakukan pengawasan terhadapa cara-cara kampanye Cagub dan Cawagub Sumut. Kita tidak ingin pertarungan politik 2013 menjadi pelajaran buruk bagi Sumut. Kita ingin Pilgub Sumut menjadi pelajaran politik yang sehat dan bermartabat.Sumatera Utara dengan keberagaman suku bangsa yang sampai saat ini terus berjalan harmonis dan rukun, berpotensi tersakiti dengan aksi saling serang Cagub dan Cawagub yang terus membawa sapaan  yang bersifat ras, suku dan agama. “Cagub itu kita harapkan para pemimpin yang tangguh, mental yang kuat dan bisa jadi teladan, bukan para pemimpin jualan asongan dan para pemimimpin fitnah dan kelompok yang menjelek-jelekkan, karena itu cara berpolitik kaum jahiliyah,” ujarnya.Riduan mengimbau seluruh masyarakat Sumut pandai-pandai menilai dan memilih. Jangan melakukan kesalahan karena yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat Sumut sendiri selama lima tahun ke depan. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

MK Tolak Gugatan Gusman & ESJA

Berita

Pembentukan Panwaslu Sumut Dinilai Cacat Hukum

Berita

Golput Pemenang Pilgub Sumut

Berita

KPU: Pilgub Sumut Satu Putaran

Berita

ESJA Minta Pencoblosan Ulang di Medan

Berita

Partisipasi Pemilih di Medan Hanya 36,62 Persen