Medan, (beritasumut.com) – Berdasarkan catatan yang ada prevalensi HIV/AIDS kondisinya cenderung meningkat tajam dari tahun ke tahun, dan bahkan belum menunjukkan penurunan meskipun upaya penanggulangan HIV/AIDS telah dilaksanakan semakin gencar oleh masyarakat, LSM dan swasta serta pemerintah."Kita mencatat, intensitas kasus HIV/AIDS di berbagai daerah cenderung meningkat cukup pesat, bahkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Medan penderita HIV/AIDS di Kota Medan mencapai 3.175 orang. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, apalagi ibu ratah tangga dan bayi turut terinfeksi," ungkap Walikota Medan Rahudman Harap diwakili Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Lahum saat menerima kunjungan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur diketuai Asisten Kemasyarakatan H Bahrul Ssos MM serta romobongan berjumlah 15 orang di Ruang Rapat III Kantor Walikota Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Sumatera Utara, Selasa (08/01/2013).Pemerintah Kota Medan sendiri lanjutnya, telah mengambil langkah-langkah strategis seperti memperkuat posisi puskesmas dalam penanggulangan HIV/AIDS dapat lebih cepat ditangani serta mengembangkan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tingkat Kecamatan melalui Kelompok Kerja HIV/AIDS Kecamatan.Dijelaskannya, infeksi HIV/AIDS hingga kini masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Masalah yang dihadapi saat ini pada tingkat kesakitan dan kematian yag masih tinggi."Sebagimana kita ketahui, pada awalnya penderita HIV banyak ditemukan pada pemakai narkoba jarum suntik, namun pada tahun berikutnya hingga sekarang penderita HIV beralih kepada kelompok heteroseksual, ibu rumah tangga dan bayi. Berbagai upaya penanggulangan kita lakukan lebih intensif, terpadu, terkoordinasi, berkesinambungan dan terus menrus oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun non pemrintah termasuk legislatif," paparnya.Untuk mencapai tujuan dimaksud, diperlukan adanya anggaran yang cukup dan adanya dukungan peraturan serta dasar hukum yang jelas mengikat. Oleh karena itu, Kota Medan telah memiliki Peraturan Daerah Tentang Penanggulangan HIV/AIDS, sebagai acuan dan pedoman terintegrasi penanggulangan HIV/AIDS. Selain itu telah dirumuskan rencana strategis yang dimuat dalam naskah rencana penanggulangan HIV/AIDS di Kota Medan, ujarnya.H Bahrul SSos selaku Wakil Ketua Penanggulangan HIV/AIDS dan Asisten IV Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara menjelaskan, Kabupaten Kukar belum sebesar Kota Medan, namun saat ini telah berkembang penyakit HIV/AIDS walaupun tidak sebesar yang ditemukan di Medan."Kutai masih mempunyai penduduk sekitar 800.000 jiwa yang menyebar di 18 kecamatan dan 230 desa dan kelurahan. Di daerah kota perkembangan spa dan massages cukup tinggi dan diduga keberadaanya sebagai penyebar penyakit HIV/AIDS. Hal itulah yang membuat kami untuk datang ke Kota Medan melakukan studi efektifitas dalam rangka penyusunan Ranperda Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Kartanegara. Harapan kami kunjungan ini dapat bermanfaat bagi kami untuk dapat diterapkan sebagai antasipasi maupun pencegahan perkembangnan HIV/AIDS," paparnya. (BS-024)