Cawagub Jumiran Abdi: Infrastruktur Jalan di Kabupaten Karo Butuh Perhatian Khusus

Redaksi - Kamis, 03 Januari 2013 20:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir012013/beritasumut_Jumiran Bagikan Bingkisan Natal.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ist
Berastagi, (beritasumut.com) – Infrastruktur jalan sebagai sarana transportasi di Kabupaten Karo saat ini membutuhkan perhatian khusus. Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara untuk lima tahun ke depan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA)  jika terpilih pada 7 Maret mendatang akan meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi di sejumlah daerah demi mengakselerasi laju perekomian masyarakat .“Kabupaten Karo masih minim infrastruktur berupa ruas jalan, yang bisa mengurai kemacetan arus lalu lintas. Apalagi pada musim liburan maupun saat masyarakat akan merayakan hari besar keagamaannya di daerah ini sering terjadi kemacetan,” kata Cawagub Jumiran Abdi didampingi Wakil Ketua DPD PDIP Sumut Taufan Agung Ginting usai membagikan bingkisan Natal yang diberikan Effendi Simbolon kepada sekira 200 pendeta se Kabupaten Karo pada perayaan Natal Persekutuan Hamba-Hamba Tuhan Kabupaten Karo di Mikie Holiday, Berastagi, belum lama ini.Menurut Jumiran, Provinsi Sumatera Utara diharapkan segera memiliki jalur alternatif menuju kawasan Berastagi, Kabupaten Karo, untuk menghindari kemacetan maupun tanah longsor yang kerap terjadi.Cawagub nomor urut 2 ini menuturkan warga yang ingin berwisata atau keperluan lain ke Kabupaten Karo umumnya hanya menggunakan jalur Pancurbatu, Sembahe, Sibolangit, dan berakhir di Berastagi. Demikian juga sebaliknya dengan para petani  yang ingin menjual dan mengekspor buah dan sayur hasil kebunnya ke wilayah lain."Kemacetan di sini karena tidak seimbangnya jumlah kenderaan dengan luas atau lebar jalan," sebut Jumiran Abdi yang juga ikut merasakan kemacetan tersebut selama beberapa jam saat menuju Berastagi.Menurutnya, dampak kemacetan ini tentunya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pengguna jalan, namun bagi petani Kabupaten Karo kehilangan waktu satu jam di jalan tentunya sangat merugikan.  "Satu jam terlambat maka akan berkurang pendapatan/penjualan mereka di pasar nanti," sebut Jumiran Abdi yang ikut merasa prihatin terhadap kemacetan ini.Jika kemacetan tidak segera diatasi, sebut Jumiran, tentunya para petani akan kalah bersaing dengan yang lainnya karena kalah start. Akibatnya, kerugian berlipat ganda. Selain itu, panas akibat akumulasi kendaraan juga menyebabkan sayur atau buah menjadi layu.“Jika jumlahnya sedikit itu tidak masalah, tetapi bagaimana jika semua sayur dan buah yang dipanen menjadi layu hanya gara-gara macet, tentunya pasar tidak akan menerima sayur dan buah yang layu, itu berarti kerugian ada di depan mata para petani. Bisa dibayangkan bagaimana jika petani yang mengalami hal ini, banyak sekali kerugian yang akan di derita akibat kemacetan  ini,” tandasnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

300 Personel Polda Sumut Akan Kawal Debat Kandidat Cagubsu

Berita

Ijeck Dipanggil KPK, Saut Situmorang Minta Warga Jangan Salah Persepsi

Berita

LHKPN Calon Kepala Daerah: Sihar Tertinggi, Djarot Terendah

Berita

Optimis Sumut-Aceh jadi Tuan Rumah PON, Edy Rahmayadi Janji Bangun Stadion Utama

Berita

Herri Zulkarnain : Kader Demokrat Harus Legowo

Berita

Ini Kata Bawaslu Sumut Soal Bagi-Bagi Beras DJOSS