Walikota Medan Berang Lihat Tumpukan Sampah

Redaksi - Rabu, 26 Desember 2012 23:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir122012/beritasumut_Sampah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi Google
Medan, (beritasumut.com)Keinginan Walikota Medan Rahudman Harahap menjadikan Kota Medan bersih sampah tampaknya belum mendapat dukungan sepenuhnya dari sejumlah aparaturnya, terutama yang bertanggungjawab langsung dengan masalah kebersihan.Terbukti, orang nomor satu di Pemko Medan inin masih menemukan tumpukan sampah berukuran hampir satu truk, dibiarkan berserakan di depan pertokoan yang bersebelahan langsung dengan Pasar Tradisional Kampung Lalang, Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (26/12/2012).Pemandangan yang sangat mengganggu  mata ini ditemukan Walikota ketika meninjau lokasi penampungan sementara bagi para pedagang Pasar Tradisional Kampung Lalang bersama Wakil Walikota Dzulmi Eldin. Usai melakukan peninjauan, Walikota dengan berjalan kaki mengitari seputaran Pasar Kampung Lalang. Ketika melintas di depan pertokoan, Walikota melihat tumpukan sampah dibiarkan berserakan.Walikota sontak marah, wajahnya seketika memerah. Dia langsung menegur Camat Medan Sunggal. “Mengapa sampah ini dibiarkan bertumpuk seperti itu,” tegur Walikota sambil menunjuk ke arah tumpukan sampah tersebut.Camat  didampingi Lurah Lalang menjelaskan, sebenarnya di tempat tersebut ada tempat pembuangan sampah. Namun tanpa sepengetahuannya, ada yang memindahkannya sehingga sampah tidak terwadahi lagi. Penjelasan Camat tidak memuaskan, Walikota langsung memerintahkan menghubungi Dinas Kebersihan untuk mengirimkan mobil pengangkut sampah. “Saya beri waktu setengah jam, sampah ini harus diangkat,” tegasnya.Selang sepuluh menit, datang becak pengangkut sampah. Rahudman langsung menyuruh pengemudinya kembali, sebab becak pengangkut sampah itu tak mampu mengangkut tumpukan sampah yang berserakan tersebut. Bersamaan itu datang seorang petugas Dinas Kebersihan. Walikota langsung menegurnya. “Mengapa sampah ini kau biarkan berserak seperti itu,” tegurnya.Pegawai  tersebut berkilah, sebenarnya sampah sudah diangkat tadi pagi. Penjelasan itu justru semakin membuat Rahudman marah. “Kalau sudah diangkat, mengapa masih ada tumpukan sampah. Apa kau tidak mengawasinya? Jadi apa saja kerja yang kau lakukan,” kata Walikota dengan nada tinggi seraya menatap pegawai tersebut dengan tajam.Pegawai yang diyakini sebagai mandor kebersihan itu tidak bisa menjawab lagi, dia hanya tertunduk saja. Untung saja langsung datang ambulan sampah, baik supir maupun kernetnya  kemudian mengangkut seluruh sampah. Perhatian Walikota selanjutnya beralih kepada supir dan kernet yang terlihat sangat sigap membersihkan tumpukan sampah dengan menggunakan tangan. Rahudman tertarik sehingga sempat ikut membantu memasukkan potongan sampah kayu dengan tangan ke dalam bak ambulan sampah tersebut.Dengan temuan tersebut, Rahudman langsung mewarning seluruh apraturnya yang bertanggungjawab langsung dengan masalah sampah. Dia tidak mau lagi menerima laporan yang sifatnya hanya ABS (Asal Bapak Senang). “Saya minta ini tidak terulang lagi. Sepanjang jalan ini semuanya harus bersih dari sampah mulai besok,” tegasnya.Selanjutnya Rahudman mengakui, masalah kebersihan masih belum memuaskan. Untuk itu seluruh aparatur yang terkait harus meningkatkan kinerjanya lagi. “Kalau masalah  kebersihan tidak bisa dibiarkan, harus terus dilakukan pengawasan. Kalau seperti ini saya temukan hampir satu truk tumpukan sampah yang dibiarkan berserakan, itu kan tidak benar lagi. Apalagi ini dekat dengan pintu masuk kota. Untuk itu saya minta Kadis Kebersihan mengevaluasi penanganan masalah kebersihan ini, begitu juga dengan camat dan lurah,” ungkapnya bernada kecewa.Setelah itu Rahudman melanjutkan peninjauan di persimpangan Jalan Gatot Subroto/Jalan Kelambir Lima dan Jalan Pinang Baris. Aspal badan jalan di persimpangan itu terlihat banyak yang terkelupas akibat genangan air maupun lintasan kenderaan bermotor, terutama yang melebihi tonase. Kondisi ini tentunya membuat pengguna jalan kurang nyaman ketika melintasi persimpangan tersebut. Karena itulah Walikota akan mengaspalnya.“Walaupun ini jalan provinsi tapi kita merasa bertanggungjawab untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan. Malam ini rencananya persimpangan ini kita aspal sehingga pada malam Tahun Baru sudah mulus,” tandasnya. (BS-024)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Tinjau PSEL di Benowo, Menko AHY: Infrastruktur Pengelolaan Sampah Lewat Teknologi Diperkuat

Berita

Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Strategi Komprehensif

Berita

Rico Waas-Zakiyuddin Ingin Sampah Ke Depan Didaur Ulang Jadi Sesuatu yang Berguna

Berita

Tinjau Penanganan Sampah, Wakil Walikota Pematangsiantar Turun ke Kecamatan dan Kelurahan

Berita

Pimpin Apel Gabungan, Walikota Imbau DLH Kota Binjai Fokus pada Penanganan Sampah

Berita

Walikota Medan Sambut Baik Investasi Pengolahan Sampah Jadi Listrik