Petani Enam Kabupaten di Sumut Ancam Golput

Redaksi - Selasa, 25 Desember 2012 16:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir122012/beritasumut_Pilkada.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Medan, (beritasumut.com) Satu persatu pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara mulai deklarasi. Begitu juga dengan jargon yang diusung yang rata-rata berujung pada peningkatan kesejahteraan. Namun dilihat dari kasus per kasus yang terjadi di Sumut, tak ada satupun pasangan cagub yang akan mampu dan mau menyelesaikan permasalahan tanah di Sumut.Buntutnya, petani dari enam kabupaten/kota di Sumut seperti Labuhan Batu, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara dan Simalungun mengancam tidak memilih alias golput dalam Pilgub Sumut, 7 Maret 2013 mendatang.Hal itu dikemukakan Ketua Komite Revolusi Agraria Syamsul Hilal di Medan, Selasa (25/12/2012). Menurut Syamsul, kalau tak ada satupun pasangan cagub yang melakukan kontrak politik dengan petani, maka petani enam kabupetan akan golput.Namun sebaliknya kalau ada cagub yang melakukan kontrak politik dengan petani dan siap mengembalikan tanah rakyat yang dirampas perkebunan dan lainnya, maka petani enam kabupaten akan memilih cagub tersebut pada Pilgub Sumut mendatang, ucapnya.Ditambahkan, salah satu indikator tingkat kesejahteraan adalah kepemilikan lahan. Sayangnya, banyak kasus lahan yang di Sumut belum terselesaikan,sehingga kecil kemungkinan indikator kesejahteraan itu akan tercapai dan menjadi cita-cita para cagub. Bahkan, kata  Syamsul Hilal, kelima Cagub Sumut yang akan bertarung pada 2013 nanti, tak satu pun yang komit menyelesaikan kasus lahan.“Ini sangat kita sayangkan. Seharusnya para Cagub Sumut maupun Cawagub Sumut berpikir bagaimana menyenangkan hati rakyat dengan menyelesaikan kasus tanah di Sumut, karena sejak Orde Baru sudah 50 tahun petani menderita kasus tanah tak kunjung terselesaikan,” ujarnya. (BS-033)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Babinsa Koramil 15/Bandar Pulau Bantu Petani Olah Lahan Tanaman Jagung

Berita

Babinsa Dampingi Petani Langkat Bajak Sawah

Berita

Dukung Swasembada Pangan, Babinsa dan Petani Tanam Padi

Berita

Babinsa Langga Payung Cek Saluran Irigasi Pertanian Yang Rusak

Berita

Capai Swasembada Pangan, Babinsa Bantu Petani di Desa Besar II Terjun

Berita

Halau Hama Burung, Babinsa Dampingi Petani Bandar Pulau