Medan, (beritasumut.com) Satu persatu pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara mulai deklarasi. Begitu juga dengan jargon yang diusung yang rata-rata berujung pada peningkatan kesejahteraan. Namun dilihat dari kasus per kasus yang terjadi di Sumut, tak ada satupun pasangan cagub yang akan mampu dan mau menyelesaikan permasalahan tanah di Sumut.Buntutnya, petani dari enam kabupaten/kota di Sumut seperti Labuhan Batu, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara dan Simalungun mengancam tidak memilih alias golput dalam Pilgub Sumut, 7 Maret 2013 mendatang.Hal itu dikemukakan Ketua Komite Revolusi Agraria Syamsul Hilal di Medan, Selasa (25/12/2012). Menurut Syamsul, kalau tak ada satupun pasangan cagub yang melakukan kontrak politik dengan petani, maka petani enam kabupetan akan golput.Namun sebaliknya kalau ada cagub yang melakukan kontrak politik dengan petani dan siap mengembalikan tanah rakyat yang dirampas perkebunan dan lainnya, maka petani enam kabupaten akan memilih cagub tersebut pada Pilgub Sumut mendatang, ucapnya.Ditambahkan, salah satu indikator tingkat kesejahteraan adalah kepemilikan lahan. Sayangnya, banyak kasus lahan yang di Sumut belum terselesaikan,sehingga kecil kemungkinan indikator kesejahteraan itu akan tercapai dan menjadi cita-cita para cagub. Bahkan, kata Syamsul Hilal, kelima Cagub Sumut yang akan bertarung pada 2013 nanti, tak satu pun yang komit menyelesaikan kasus lahan.“Ini sangat kita sayangkan. Seharusnya para Cagub Sumut maupun Cawagub Sumut berpikir bagaimana menyenangkan hati rakyat dengan menyelesaikan kasus tanah di Sumut, karena sejak Orde Baru sudah 50 tahun petani menderita kasus tanah tak kunjung terselesaikan,” ujarnya. (BS-033)