Anggota DPRD Medan Diteror karena Kritik Sistem Penerimaan Siswa Baru

Redaksi - Sabtu, 30 Juli 2016 12:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Anggota-DPRD-Medan-Diteror-karena-Kritik-Sistem-Penerimaan-Siswa-Baru.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03
Anggota DPRD Medan Rajudin  Sagala

Beritasumut.com-Kritikan tajam terkait buruknya sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Medan berujung dengan aksi teror yang diterima anggota DPRD Medan Rajudin  Sagala. Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendapat telepon dari orang tidak dikenal yang mengancam dirinya juga keluarganya."Benar Rabu kemarin sekitar pukul 11 lewat saya mendapat telepon dari nomor pribadi. Sudah kebiasaan saya siapapun yang menelpon saya angkat walau nomor tidak dikenal. Begitu saya ucapakan asalamualaikum, dia tidak menjawab dan langsung mengatakan, hebat kali ya kau urusi PPDB itu. Kau urusi saja dirimu sendiri. Mau panjang enggak hidupmu. Nanti kami karungi, kami buang ke Bandar Baru," ujar Rajudin Sagala, Sabtu (30/07/2016).Dikatakan Rajudin, oknum tidak dikenal itu diduga marah karena dirinya mengkritisi terkait buruknya PPDB di Kota Medan. Bahkan menurut Rajudin PPDB kali ini lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya. Dijelaskan Rajudin sistem penerimaan baru dengan sistem 70 persen NEM, 20 persen bina lingkungan dan 10 persen siswa miskin tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dibuktikan tidak transfarannya penerimaan siswa baru dengan sistem tersebut. Pengumuman penerimaan siswa baru tidak diumumkan secara terbuka. "Karena pengumumannya tidak terbuka kita tidak tau siap-siapa yang benar-benar lulus. Apakah dia lulus karena NEM, apa lulus karena ujian. Karena kita jumpai ada siswa yang NEM nya 100 tapi tidak lulus di SMA3. Ada juga yang NEMnya 97 juga tidak lulus. Jadi kita bingung aturan yang bagaimana yang berlaku. Padahal kalau NEM-nya tinggi sudah pasti lulus tinggal berdasarkan ujian untuk menentukan kelas unggulan," ujar Rajudin.Dikatakan Rajudin saat ini dirinya dan juga Komisi B sedangkan mengumpulkan bukti-bukti tambahan yang selanjutnya akan dibahas di dalam raoat. Saat disinggung soal dugaan adanya keterlibatan anggota dewan dalam kecurangan PPDB Rajudin enggan berkomentar."Kalau soal anggota DPRD yang terlibat saya belum punya bukti. Kalau soal siswa yang nem 100 tadi berani saya katakan karena memang sudah ada bukti. Intinya kita ingin dunia pendidikan di Kota Medan lebih saja," pungkasnya.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Mendikdasmen Tunggu Mensesneg untuk Putuskan Konsep Baru PPDB

Berita

Pemerintah Kaji Kebijakan Pembelajaran Coding dan Evaluasi Kebijakan Zonasi PPDB

Berita

Launching PPDB Tingkat SMA/SMK Secara Online, Pj Gubernur: Jangan Paksakan Calon Peserta Didik Masuk Sekolah Negeri

Berita

PPDB Online Dimulai 15 Mei 2023, Asren Nasution Minta Masyarakat Pahami Teknis dan Prosedur yang Berlaku

Berita

Hari Ini PPDB Sumut Diumumkan, Kadisdik Pastikan Tak Ada yang Didzalimi

Berita

MAN 2 Langkat Laksanakan Test Seleksi PPDB Jalur Reguler