Beritasumut.com-Sejumlah Anggota DPRD Medan menyesalkan sikap Pemko Medan yang tidak mengindahkan undangan rapat dengar pendapat (RDP) beberapa waktu lalu terkait nasib pedagang pasar Aksara yang menjadi korban kebakaran. Seperti halnya yang disampaikan Ketua Komisi C DPRD Medan Anton Panggabean juga menyesalkan Pemko Medan tidak melibatkan perwakilan pedagang maupun P3TSU dalam rapat-rapat yang membahas persoalan pasar Aksara pasca kebakaran. “Kita tidak ingin ada permainan. Kesimpulannya, Pemko Medan harus melibatkan P3TSU pada rapat-rapat terkait masalah pasar Aksara. Kalau tidak, berarti Pemko Medan sudah lalai. Kita (Komisi C) juga tidak pernah diundang rapat terkait masalah pasar Aksara,” ujar politisi dari Partai Demokrat ini, kepada wartawan, Selasa (26/07/2016).Anggota DPRD Medan lainnya, Boydo HK Panjaitan juga melihat tidak ada itikad baik Pemko Medan terkait nasib para pedagang pasar Aksara. Menurut Boydo dengan tidak memenuhi undangan RDP, Pemko Medan telah melecehkan lembaga terhormat."Berarti sudah menginjak-injak kami. Masa sudah dipanggil, tidak dihargai. Maunya berpikir dengan hati, ini menyangkut nasib pedagang,” tegas Boydo.Meskipun telah berulang kali menggelar rapat namun menurut Boydo belum ada solusi yang didapat terkait masalah pasar Aksara. Hal itu disebabkan sulitnya berkomunikasi dengan pihak Pemko Medan. “Pedagang minta direlokasi ke wilayah Pasar Aksara, sulit untuk kita komunikasikan karena ketidakhadiran Pemko. Tidak ada kemajuan walaupun sudah beberapa kali melakukan rapat,” imbuhnya.Boydo berjanji pihaknya akan melegitimasi agar persoalan Pasar Aksara dibentuk panitia khusus (pansus). Keberadaan pansus nantinya akan menginvestigasi kasus ini, termasuk penjualan lahan pasar Aksara ke pihak lain, serta lahan yang diklaim masuk wilayah Kabupaten Deli Serdang. “Boleh saja dipindahkan sementara ke kawasan MMTC, tapi dengan jaminan pedagang akan dikembalikan kesana (pasar Aksara, red). Harus ada MoU antara pedagang/P3TSU dengan Pemko Medan. Supaya jelas faktanya dan tidak diberikan harapan palsu,” tegasnya.Sebelumnya sejumlah pedagang Pasar Aksara mengancam akan menggelar jualannya di seputar kawasan Pasar Aksara. Sebab, sudah dua pekan ini pasca kebakaran yang terjadi di pasar Aksara belum terlihat perhatian serius dari Pemko Medan terkait penderitaan yang mereka alami.“Sudah dua minggu lebih kami tidak jualan pak Ketua Komisi. Kami butuh makan dan anak-anak kami butuh uang sekolah. Kalau terus seperti ini (tidak mendapat perhatian dari pemerintah, red), mau jadi apa kami? Apa perlu kami mengemis,” keluh salah seorang pedagang bermarga Simbolon kepada Ketua Komisi C DPRD Medan, Anton Panggabean, Sekretaris komisi C, Ibnu Ubay Dilla dan anggota komisi C lainnya, Boydo HK Panjaitan saat rapat dengar pendapat di ruang komisi C DPRD Medan, Senin sore (25/07/2016).Simbolon yang tergabung dalam P3TSU bersama 735 pedagang Pasar Aksara lainnya bermohon kepada Ketua Komisi C DPRD Medan untuk tetap bertahan berjualan di seputar kawasan Pasar Aksara. Termasuk di areal parkir pasar Aksara. “Apapun yang terjadi, kami terus berjuang. Kami tidak akan berangkat dari pasar Aksara sampai darah penghabisan. Apabila Walikota Medan tidak memberikan relokasi yang layak, kami akan menutup Jalan Aksara," tegasnya.(BS03)