Beritasumut.com-Demi mengejar target inventarisasi aset Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) hingga 31 Desember 2016, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) berencana pihaknya juga akan membentuk tim yang akan dibagi menjadi lima regional.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Pemprov Sumut, Safruddin Nasution. Safruddin menyebutkan, lima regional tersebut yakni Medan sekitarnya, Pantai Timur, Tabagsel, Pantai Barat dan Tapanuli serta Kepulauan Nias.
Dikatakan Safruddin, hingga saat ini pihaknya masih menunggu proses mutasi aset Kabupaten/Kota menjadi milik provinsi. "Aset SMA dan SMK nanti bulan Oktober memang harus di mutasi menjadi aset provinsi. Sekarang masih tahap inventarisasi oleh dinas terkait terkait. Kalau saat ini kami belum terlibat," tegasnya.
Dijelasakannya, saat ini proses pendataan untuk SMA/SMK sederajat dilakukan dinas terkait seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terkait data guru dan tenaga administrasi sekolah. Setelah menerima data dimaksud, baru pihaknya melakukan klarifikasi faktual di lapangan.
"Kami kan nanti terima database istilahnya. Itulah yang nanti kami klarifikasi ke lapangan. Baru di permanenkan menjadi aset Pemprov Sumut. Datanya dulu kami pegang, yang diinventarisasi dinas terkait, sekolah dan dinas terkait di kabupaten kota," terangnya.
Keterlibatan pihak Biro Perlengkapan dan Aset Pemprov Sumut katanya, akan dilakukan sebelum serah terima.
"Ini kita akan klarifikasi apakah data yang ada di daftar betul atau tidak. Mungkin tidak semua kami periksa satu per satu, yang nilainya tinggi (prioritas),"pungkasnya. (BS03)