Beritasumut.com-Puluhan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No. 2 Medan, Senin (20/06/2016) siang sekitar pukul 14.55 WIB.
Para mahasiswa yang terhimpun dalam Pengurus Cabang (PC) IMM itu meminta Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin, agar segera memecat Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan, Ir H Zulkifli MM. Pasalnya Kadis Pertamanan ini diduga telah melakukan mark up anggaran material pengerjaan kabel pada tahun 2014.
"Tahun 2014, Kadis Pertamanan telah memark up anggaran dari Rp 85.489.240 menjadi sebesar Rp 999.856.000. Meski hasil penawaran yang disetujui akhirnya Rp 975.865.000. Kemudian tahun 2015, dia lakukan mark up anggaran yang sama sebesar Rp 66.930.800," ujar Fadlan, koordinator aksi mahasiswa.
Diungkapkan Fadlan, "Berarti selama ini sisa anggaran pengerjaan material kabel, masuk ke kantong pribadi Kadis Pertamanan. Jadi kami dari PC IMM meminta Walikota Medan segera menindak Zulkifli. Secepatnya. Karena kalau dibiarkan, artinya Walikota Medan akan membiarkan hal ini terjadi pada jajaran SKPD lainnya," teriaknya.
Selain meminta Walikota memecat, para mahasiswa juga meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan untuk memeriksa Zulkifi terkait dugaan mark up anggaran Dinas Pertamanan Kota Medan. Mereka pun meminta Kapolresta Medan menangkap Zulkifli, terkait kasus suap terhadap mahasiswa.
Pantauan beritasumut.com, orasi puluhan mahasiswa Muhammadiyah ini sampai ke tengah jalan Raden Saleh. Aksi unjuk rasa ini membuat beberapa personil kepolisian terpaksa turun ke jalan untuk mengawasi anarkisme para mahasiswa.
"Kita menjaga agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, juga untuk mengatur lalu lintas agar tidak macet di sini," ujar salah seorang personel polisi yang turut mengamankan. (BS04)