Hidayat: Pemotongan Anggaran BIN dan TNI Perlu Kajian Mendalam

Redaksi - Kamis, 09 Juni 2016 21:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062016/beritasumut_Hidayat--Pemotongan-Anggaran-BIN-dan-TNI-Perlu-Kajian-Mendalam.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
Anggota Komisi I DPR RI Hidayat Nur Wahid 

Beritasumut.com-Anggota Komisi I DPR RI Hidayat Nur Wahid menilai pemerintah hendaknya melakukan kajian mendalam sebelum memutusan untuk melakukan pemotongan anggaran, khususnya kepada institusi TNI dan BIN.

Hal itu disampaikan Hidayat pasca Rapat Dengar Pendapat antara Komisi I DPR RI dengan LPP RRI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), BIN, dan Badan Keamanan Laut (Bakamla), di Senayan, Jakarta, Kamis (09/06/2016).

“Yang melakukan pemotongan anggaran TNI dan Intelijen itu adalah pemerintah. Tentu mereka punya pertimbangan-pertimbangan. Tapi, kalau menurut kami, itu perlu dikaji secara mendalam. Bisa jadi ada beberapa sektor perlu pemotongan, tapi bisa jadi ada yang perlu penambahan karena ada hal yang mendesak,” jelas Hidayat dalam siaran persnya.

Dalam hal Pertahanan, di Asia Pasifik saat ini, menurut Hidayat, sedang terjadi kerawanan terhadap kedaulatan negara karena konflik Laut China Selatan. Bahkan, kejadian penyanderaan 10 (sepuluh) awak kapal WNI yang disandera teroris Filipina, membutuhkan peran TNI Angkatan Laut yang sangat kuat.

“Dalam hal Intelijen, misalnya, juga terkait dengan isu radikalisme, komunisme, separatisme, itu kan juga membutuhkan tindakan preventif yang lebih maksimal,” jelas Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri ini.

Oleh karena itu, pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, perlu meninjau ulang pemotongan anggaran terhadap dua institusi pertahanan negara tersebut.

“Syukur-syukur malah di APBN-P 2016 dapat ditambahkan. Karena memang Indonesia sedang mengalami kondisi yang sangat layak yang membutuhkan intelijen yang kuat. Sekali lagi, pemerintah ketika melakukan pemotongan hendaknya melakukan dengan kajian yang mendalam,” tegas Hidayat.(BS02)


Tag:
PKS

Berita Terkait

Berita

Pemko Medan Tertibkan PPKS

Berita

Pilkada Jakarta, PKS Resmi Usung Anies Bawesdan-Shohibul Iman

Berita

UPTD Pelayanan Sosial Anak Balita Medan Lepas 40 PPKS Periode 2023-2024

Berita

Pj Gubernur Rayakan HUT ke-76 Provinsi Sumut Bersama PPKS

Berita

Polrestabes Medan Kawal Kegiatan PKS Sapa Anies Baswedan di Lapangan Astaka Pancing

Berita

Nadiem Luncurkan Permendikbud Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan