Beritasumut.com-Mencuatnya sejumlah permasalahan aset di Kota Medan belakangan ini memicu reaksi keras kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan. Bobroknya pengelolaan aset di Medan diawali dengan munculnya kasus lahan Cadika Pramuka di Johor, Lapangan Gajah Mada Jalan Krakatau dan Pasar Aksara. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menduga hal ini dikarenakan buruknya kinerja Kepala Bagian Aset dan jajarannya.
Tudingan ini disampaikan Politisi PDIP DPRD Kota Medan menanggapi permasalahan aset Kota Medan yang belakangan mulai memanas. "Kalau tidak bisa kerja, bilang, biar kita tahu kalau tak bisa kerja," jelas Politisi PDIP Boydo H.K Panjaitan di Gedung DPRD Medan, Rabu (25/05/2016).
Boydo menilai inventarisir aset di Pemko Medan buruk, sehingga muncul banyak masalah. "Kita melihat Bagian Aset tidak bekerja, tolong sampaikan ini sama dia," jelaa Boydo.
Sementara itu, Politisi PDIP lainnya Henry Jhon Hutagalung juga meminta Walikota Medan untuk mencopot Kabag Aset Kota Medan karena dinilai tidak bisa bekerja. "Kalau tidak bisa bekerja, kita meminta Walikota untuk mencopot Kepala Bagian Aset Pemko Medan," jelasnya.
Henry Jhon mengaku heran dengan hadirnya kasus aset belakangan ini. "Kita heran saja, ternyata banyak aset Pemko yang bermasalah, ini membuktikan bagian aset tak bisa bekerja," ujar politisi yang saat ini menjabat Ketua DPRD Medan. Diutarakan Henry Jhon, berdasarkan informasi yang diperolehnya, banyak permasalaham aset Pemko yang kini dikuasai masyarakat dan pihak ketiga.
"Ada beberapa yang kami terima, seperti lahan perkuburan di Medan Permai, di Kuala Bekala dan beberapa kawasan lainnya," jelasnya. (BS03)