Beritasumut.com-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag), Nur Syam mengatakan Kemenag akan terus melakukan pembenahan melalui manajemen perubahan yang terfokus pada upaya peningkatan internalisasi nilai integritas secara sistematis dan berjenjang. Hal ini disampaikannya saat membuka Workshop Pembangunan Sistem Integritas Kementerian Agama di Operation Room Kementerian Agama Lt.2 Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Senin (23/05/2016).
Dikatakan Nur Syam, sebagaimana yang dilansir dari situs resmi Kemenag.go.id, lima budaya kerja harus dapat diinternalisasikan nilai-nilainya dalam diri kita masing-masing sebagai nilai integritas.
"Integritas merupakan keselarasan antara pola pikir, perasaan, ucapan dan tindakan dengan nurani. Namun esensinya menyampaikan hal-hal kebaikan dan kebenaran,” ucap Nur Syam dalam sambutannya. Menurutnya, pengertian tersebut bukan hanya berintegritas atau tidak, tetapi lebih dalam lagi mengenai kadar integritasnya, bahkan kita juga tahu kadar integritas ditentukan oleh adanya pengaruh berupa godaan dan resiko.
Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh pejabat eselon I dan para Sekretaris Eselon I Pusat, diilustrasikan Nur Syam bahwa kadar integritas seseorang pegawai bila dibandingkan dengan integritas pejabat strategis, akan lebih mudah bagi pegaiwai untuk memiliki integritas karena tidak dihadapkan pada godaan dan resiko yang siginifikan.
“Pejabat strategis yang sarat godaan dan resiko, apabila mampu berperilaku sesuai nilai-nilai universal. Meskipun selalu ada godaan dan beresiko tinggi, pejabat yang berintegritas layak menjadi role model,” ucap Nur Syam.
Bagi Nur Syam, integritas juga konsep yang menunjukan konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip. Pemimpin yang mempunyai integritas akan mendapatkan kepercayaan dari bawahannya, karena suri tauladan tersebut akan membuat kenyamanan bagi bawahan maupun lingkungan kerja.
"Diperlukan kolaborasi antar individu-individu yang menduduki jabatan strategis dan memiliki kadar integritas tinggi, karenanya integritas tinggi akan melahirkan akuntabilitas yang dapat menjaga Kemenag terbebaskan dari praktek korupsi, serta menciptakan organisasi yang saling mendukung untuk mencapai tujuan nasional," pungkasnya. (BS02)