Beritasumut.com-Aliansi Sumut Bersatu (ASB) berharap Kota Medan akan menjadi kota inklusi sosial, terutama bagi penganut agama leluhur. Hal ini disampaikan Veryanto Sitohang, Pendiri ASB dalam Media Gathering 'Peran Media dalam Mewujudkan Kota Inklusi BagiPenganut Agama Leluhur' di Hotel Grand Antares, Sabtu (21/05/2016). Menurur Very, harusnya Medan menjadi kota yang ramah, terutama bagi penganut agama leluhur. Inklusi sosial yang dimaksud adalah keadaan di mana martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal. Very juga menambahkan inklusi sosial menjadikan semua warga negara mendapatkan hak-hak konstitusional yang setara. "Tidak melihat dia penganut agama leluhur atau tidak," tambahnya. Menurut Very hingga kini penganut agama leluhur mendapat kesulitan dalam pemenuhan hak-hak konstitusional berupa administrasi kependudukan, dimana penganut agama leluhur diminta untuk memilih salah satu agama untuk dicantumkan dalam KTP. "Selain itu juga kesulitan mendapat pekerjaan karena penganut kepercayaan," ujarnya. Kini ASB bersama beberapa LSM lainnya di Indonesia sedang melakukan riset dan advokasi agama leluhur di Indonesia di bawah naungan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI. (BS07)