Beritasumut.com-Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP & KB) Kabupaten Asahan mencata jumlah bayi yang lahir di Kabupaten Asahan mencapai 42 orang per hari atau sekitar lima belas ribu seratus dua puluh jiwa per tahun.
Melihat kondisi tersebut, Kepala BPP & KB Saifuddin Tarigan SH mengajak semua pihak untuk ikut membantu menekan angka kelahiran di Asahan.Berdasarkan amatannya, kesadaran warga saat ini untuk ikut KB juga semakin berkurang, jauh lebih rendah pada era Orde Baru (Orba).
“Saya sebelum pensiun telah menjabat sebagai camat di sejumlah kecamatan dan sering mendapat penghargaan dalam keberhasilan program KB karena melibatkan diri untuk mendorong kesadaran warga untuk mengikuti KB,” ungkapnya dilansir dari laman resmi asahankab.go.id.
Ia menyarankan, Pemkab Asahan ke depan harus kembali menekankan kepada camat agar ikut berpartisipasi aktif untuk mengkampanyekan KB agar kesadaran warga di wilayah kerjanya kembali menyadari pentingnya KB. Bila tidak, sebut mantan Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, ke depan Asahan akan terancam dijepit kemiskinan.
Mantan Kabag Humas Setdakab Asahan di era Orba ini mengilustrasikan, dengan melonjaknya penduduk Asahan karena ketidakberhasilan KB, dipastikan akan berpengaruh ke semua sektor, baik sektor pendidikan, pertanian, sosial dan tenaga kerja. Sehingga biaya yang dibutuhkan cukup besar dan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat akan terserap. Sedang kelangsungan dari lonjakan kelahiran itu tidak memadai.
“Artinya, semuanya akan berada di bawah garis kemiskinan karena beban yang ada tidak seimbang dengan persediaan dana maupun persediaan sektor lainnya,” tandasnya. (BS02)