Beritasumut.com-Ketidaknyaman yang terjadi saat pelaksanaan Pasca Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), yang digelar di Gedung Bina Graha Pemprovsu Jalan Diponegoro Medan, Selasa (17/05/2016) dirasakan sejumlah kalangan. Termasuk didalamnya Sekertaris Daerah (Sekda), Anggota Dewan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari Kabupaten Kota se-Sumut.
Sepanjang berjalannya acara, terlihat nyaris seluruh peserta Pasca Musrembang berkipas-kipas dengan kertas di tangan mereka tanpa bisa berkonsentrasi menyimak kata sambutan yang disampaikan Ketua Panitia Arsyad Lubis, perwakilan Ketua DPRD Sumut Bustami HS dan Sekda Hasban Ritonga.
Tidak saja berkipas, sebagian peserta ada yang terpaksa keluar ruangan karena tidak mampu menahan gerahnya suhu udara di dalam gedung. Kondisi ini semakin diperburuk dengan tidak berfungsinya pengeras suara sehingga pembicara hanya mengandalkan volume suara mereka saja. Dapat dipastikan, dengan ukuran gedung yang cukup luas dan jumlah peserta yang cukup banyak perkataan pembicara tidak dapat terdengar jelas oleh para peserta.
"Cemana orang ni. Aneh juga gedung sebesar ini kok enggak ada Genset. Nampak kali tidak ada persiapannya panitia ini. Bagaimana pula mau cerita perencanaan pembangunan daerah," celetuk salah seorang peserta yang memilih keluar dari ruangan rapat karena mengaku kepanasan.
Hal senada dikatakan anggota DPRD Sumut Syamsul Qodri yang mengaku tidak nyaman dengan kondisi yang terjadi didalam ruangan. "Ya gitulah, menderita," ujar Syamsul Qodri sambil berjalan menuruni anak tangga usai keluar dari ruangan rapat didampingi Zeira Salim Ritonga.
Sementara itu Sekda Pemprovsu Hasban Ritonga saat diminta keterangan terkait ketidaknyaman yang terjadi diruang rapat Pasca Musrenbang lebih memilih bersikap sabar dan berharap hal tersebut tidak terulang lagi. "Tiada kata lain yang dapat disampaikan selain bersabar. Mudah-mudahan tidak terulang lagi seperti ini. Ya kalau ditanyakan apa terganggu, ya sudah pasti terganggulah," ujarnya.
Saat disinggung soal ketidaksiapan Bappeda Sumut sebagai panitia penyelenggara lagi-lagi Hasban mencoba membela panitia dengan mengalihkan kesalahan atas ketidaknyaman tersebut kepada pihak PLN. Padahal sempat muncul anggapan dari peserta rapat kalau kinerja Bappeda Sumut sebagai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah kenyataan tidak mampu merencanakan pelaksanaan rapat yang kondusif dan nyaman. "Artinya mungkin begini, kan peristiwa seperti ini (mati lampu-red) sudah lama tidak. Kita sudah mulai optimis kepada PLN, ternyata rupaya terjadi juga," tukas Hasban sambil tertawa kecil. Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi kegiatan, listrik baru menyala siang sekitar pukul 12.00 wib ketika Sekda Provsu Hasban Ritonga keluar ruangan, usai memberikan kata sambutan. (BS03)