Beritasumut.com-Rencana Pemerintah Kota Pematangsiantar yang akan segera merealisasikan pembangunan tugu Sang Naualuh Damanik yang lokasinya direncanakan di Lapangan Adam Malik mendapat dukungan dari DPRD setempat.Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak SE mengapresiasi langkah Pemko Pematangsiantar karena selama ini rencana tersebut sebatas wacana. Pihaknya akan mengawal alokasi anggaran tersebut pada pembahasan P-APBD mendatang."Apalagi, rencana pembangunannya telah bertahun-tahun terkendala akibat ketiadaan biaya serta persoalan teknis lainnya," ujar Eliakim.Politisi Partai Demokrat ini juga mengingatkan perlunya payung hukum pencanangan kawasan heritage melalui Perda. Selain itu Ealiakim juga mengusulkan agar pihak keluarga atau ahli waris lebih dulu membentuk sebuah Yayasan."Dengan demikian ada kepastian siapa sebenarnya yang berhak mengelola kawasan heritage ini nantinya, karena selama ini kami melihat banyak pihak yang juga mengaku keluarga kerajaan Siantar," ujarnya di sela-sela acara Ziarah ke Jorat (Makam) Raja-raja Siantar di Pamatang, Senin (25/04/2016), seperti dilansir dari laman resmi pematangsiantarkota.go.id. Sebelum ziarah, telah digelar Sidang Paripurna Istimewa DPRD yang dipimpin Ketua Eliakim Simanjuntak dengan agenda tunggal Peringatan Hari Jadi Kota Pematangsiantar Ke-145 yang dihadiri segenap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Direktur Utama PT Bank Sumut Edy Rizlyianto, Pengurus Lembaga Adat Simalungun, Ihutan Bolon Damanik, Sekda bersama pimpinan SKPD, Perwakilan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda. Usai ziarah, acara dilanjutkan dengan pelepasan karnaval kendaraan hias, parade marching band oleh Pj Walikota bersama Forkopimda dari Jalan Merdeka depan Balai Kota. Karnaval yang menggambarkan keragaman etnis di Pematangsiantar ini berkeliling kota dengan diiringi alunan musik-musik tradisional etnis masing-masing. Dalam rangkaian kegiatan terakhir, Pj Walikota bersama Forkopimda serta Organisasi Becak Bermotor (BOMS) melakukan peletakan batu pertama Tugu Becak Siantar di Lapangan Parkir Pariwisata Jalan Merdeka. Sebelum peletakan batu pertama, Erizal Ginting selaku pembina BOMS juga menceritakan sekilas sejarah Becak Siantar yang telah menjadi warisan dunia yang tersisa di Pematangsiantar sekaligus menampilkan jenis-jenis becak asal Jerman dan Belanda langsung di lokasi acara.(BS02)