Beritasumut.com-Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) memberikan peraturan bagi dosen yang ingin melaksanakan penelitian supaya dapat menembus bantuan dana dalam program hibah penelitian. Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Dian menjelaskan proposal penelitian dosen harus menarik dan dibuat sesuai dengan panduan untuk bisa mendapatkan dana dari Dikti, karenanya harus ikut aturan dan jangan pernah membuat aturan baru."Hasil penelitian juga hendaknya jangan sekedar laporan, tetapi dalam harus bentuk produk yang bisa dimanfaatkan ke depannya oleh masyarakat," ujarnya pada Selasa(19/04/2016).Kemenristek Dikti mendorong agar perguruan tinggi memberikan kesempatan kepada dosen melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Demikian juga dengan sisi inovasi terus didorong, sehingga di Kemenristekdikti tidak hanya lembaga penelitian dan pengembangan yang melakukan riset, tetapi juga dosen,Senada dikatakan Prof Dr Novesar Djamarun MS selaku pemateri mewakili pihak Kemenristek Dikti di Aula Pascasarjana, Jalan Denai Medan.Menurutnya kepada ratusan dosen pada sosialisasi Buku Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Edisi X Dikti yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), untuk membuat penelitian selain memiliki judul yang menarik juga ikuti petunjuk yang ditetapkan Dikti. "Jika jadwal dua tahun, maka rincian harus dua tahun. Jika dibuat satu tahun maka akan dicoret. Demikian juga di buku panduan syarat 20 lembar, ternyata peneliti membuat 25 lembar dan tidak mengubah spasi yang ditetapkan pemerintah yakni 1,5 spasi," papar Novesar.Novesar juga memberikan tips agar peneliti berhasil tentunya dengan mengetahui kelemahan yang sering dilakukan, antara lain sering terjadi kesalahan menulis metodelogi penelitian. Sebab selama ini orang menulis metodelogi seperti menulis cara kerja, tambahkan, uraikan dan lainnya. Jika ada doktor bidang sains dan ingin dipercepat guru besarnya, maka Noveran Djamarun menyatakan siap membantu publikasi jurnal untuk jurnal internasional terindeks Scopus karena salah satu kreteria perguruan tinggi hebat terletak pada penelitian dan pengabdian. (BS02)