Kemenristekdikti Berikan Aturan bagi Dosen yang Ikut Program Hibah

- Selasa, 19 April 2016 21:41 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Kemenristekdikti-Berikan-Aturan-bagi-Dosen-yang-Ikut-Program-Hibah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut/Ilustrasi
Penelitian
Beritasumut.com-Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) memberikan peraturan bagi dosen yang ingin melaksanakan penelitian supaya dapat menembus bantuan dana dalam program hibah penelitian.

 

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Dian menjelaskan proposal penelitian dosen harus menarik dan dibuat sesuai dengan panduan untuk bisa mendapatkan dana dari Dikti, karenanya harus ikut aturan dan jangan pernah membuat aturan baru."Hasil penelitian juga hendaknya jangan sekedar laporan, tetapi dalam harus bentuk produk yang bisa dimanfaatkan ke depannya oleh masyarakat," ujarnya pada Selasa(19/04/2016).

Kemenristek Dikti mendorong agar perguruan tinggi memberikan kesempatan kepada dosen melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Demikian juga dengan sisi inovasi terus didorong, sehingga di Kemenristekdikti tidak hanya lembaga penelitian dan pengembangan yang melakukan riset, tetapi juga dosen,

Senada dikatakan Prof Dr Novesar Djamarun MS selaku pemateri mewakili pihak Kemenristek Dikti di Aula Pascasarjana, Jalan Denai Medan.Menurutnya kepada ratusan dosen pada sosialisasi Buku Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Edisi X Dikti yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), untuk membuat penelitian selain memiliki judul yang menarik juga ikuti petunjuk yang ditetapkan Dikti. 

"Jika jadwal dua tahun, maka rincian harus dua tahun. Jika dibuat satu tahun maka akan dicoret. Demikian juga di buku panduan syarat 20 lembar, ternyata peneliti membuat 25 lembar dan tidak mengubah spasi yang ditetapkan pemerintah yakni 1,5 spasi," papar Novesar.

Novesar juga memberikan tips agar peneliti berhasil tentunya dengan mengetahui kelemahan yang sering dilakukan, antara lain sering terjadi kesalahan menulis metodelogi penelitian. Sebab selama ini orang menulis metodelogi seperti menulis cara kerja, tambahkan, uraikan dan lainnya. 

Jika ada doktor bidang sains dan ingin dipercepat guru besarnya, maka Noveran Djamarun menyatakan siap membantu publikasi jurnal untuk jurnal internasional terindeks Scopus karena salah satu kreteria perguruan tinggi hebat terletak pada penelitian dan pengabdian. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Formasi Kemenristekdikti 2018, Unimed Butuh 145 Dosen dan 5 Pegawai

Berita

DPR: Kemendikbud dan Kemenristekdikti Berperan Besar dalam Investasi SDM

Berita

Walikota Medan Hadiri Rakernas Menristekdikti 2018

Berita

IDI Medan Sayangkan Moratorium Prodi Kedokteran Dicabut Kemenristekdikti

Berita

Kemenristekdikti Akan Batasi Kuota Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi

Berita

Pedagang Buku di Titi Gantung Keluhkan Tumpukan Sampah