Profesi Keinsinyuran Harus Bisa Penuhi Kebutuhan Pasar

- Minggu, 17 April 2016 09:19 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042016/beritasumut_Profesi-Keinsinyuran-Harus-Bisa-Penuhi-Kebutuhan-Pasar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut/BS02-rel
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir (tengah) saat Sosialisasi Pembukaan Profesi Insinyur di Jakarta
Beritasumut.com-Menghadapi Asean Economic Community, sehingga diperlukan suatu upaya untuk memberikan tempat bagi para Insinyur Indonesia agar jumlah Insinyur Indonesia, yang memiliki daya saing tingkat dunia, untuk  berkompetisi dalam globalisasi.Di masa yang akan datang profesi Insinyur harus di atur dengan sebaik-baiknya sesuai Undang-Undang yang baru dibuat pada tahun 2014 lalu.

Bertema Sosialisasi Pembukaan Profesi Insinyur yang dibuka langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir bertempat di Lantai 3 Gedung D Kemristekdikti, Pintu Satu Senayan Jakarta, akhir pekan ini seperti dilansir dari ristekdikti.go.id.

Dalam sambutannya, Menteri Nasir (Menristekdikti) menggaris bawahi akan pentingnya profesi Insinyur di Indonesia."Yang menjadi tantangan berikutnya adalah bagaimana profesi keinsinyuran di Indonesia ini bisa memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia dan global," ujar Menteri Nasir.

Menteri Nasir  menambahkan bahwa alokasi anggaran yang dikeluarkan negara untuk bidang infrastruktur sangat besar, oleh sebab itu perlu diikuti dengan jumlah Insinyur berkualitas yang meningkat.

Menteri Nasir menghimbau juga tentang tugas kedepan terkait dengan Penyusunan Struktur Organisasi Profesi Keinsinyuran yang ada di Perguruan Tinggi.  Perlu dibentuk tim di Universitas masing-masing untuk membicarakan tentang Profesi Keinsinyuran yang didalamnya terdapat kejuruan untuk teknologi dan atau teknik tertentu, serta perlunya sosialisasi pada Universitas masing-masing.

Setelah mengeluarkan mandat ke 40 Perguruan Tinggi di Indonesia, Menteri Nasir mengatakan kriteria yang diberikan untuk diberikannya mandat yaitu, harus bisa mengakomodasi seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia baik Negeri maupun Swasta, serta kriteria pada kualitas dan sebaran wilayah yang menjadi pertimbangan didalam memberikan mandat kepada Rektor di setiap Universitas di Indonesia.

"Perlu dibuat suatu aturan oleh profesi bersama Kemristekdikti, yaitu tentang kompetisi apa yang harus diperoleh dari para insinyur itu, supaya di dunia mereka ada pengakuan serta apabila ada kesempatan kerja, mereka sudah memiliki sertifikat," ucapnya.

Dengan terbentuknya profesi keinsinyuran diharapkan dimasa yang akan datang insinyur dapat mempunyai kompetensi yang telah di ukur dengan baik khususnya di lingkungan  Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan juga berlaku pada semua lulusan yang ada di Indonesia. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Pasar Murah Imlek 2026 di Medan, Pemkot Hadir Bantu Warga Jelang Perayaan Tahun Baru Tionghoa

Berita

Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Berita

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih dan Pemanfaatan Sumber Daya Secara Bijak

Berita

Sekda Langkat Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Digitalisasi Pemerintahan

Berita

KemenPAN-RB dan Komdigi Kolaborasi Wujudkan Pemerintah Digital

Berita

Presiden Prabowo Tegaskan Kontinuitas Pemerintahan Kunci Pembangunan Nasional