Beritasumut.com-Sebanyak 127 orang ataua 33 KK yang sempat tergabung dalam Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan warga Kota Medan. Namun, hingga saat ini Pemko Medan belum memutuskan terkait langkah apa yang akan diambil pascapembinaan Gafatar.Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, mengatakan, Pemko Medan masih membahas dan akan memberikan fasilitas penjemputan dari tempat penampungan yang kini ditangani oleh Pemprov Sumut. Selanjutnya, Pemko akan mengantarkan para korban tersebut ke kekuarganya. "Nanti secara formal akan diserahkan dari Pemprovsu ke pemerintah kabupaten/kota. Sabtu ini," katanya, kepada wartawan di Rumah Dinas Walikota Medan, Rabu (06/04/2016).Ditanya soal apakah ada upaya Pemko Medan setelah mereka dipulangkan, seperti soal pekerjaan dan kehidupan selanjutnya, Akhyar menjawab soal itu nanti akan dibicarakan. "Kalau itu nanti lah ya dulu, kan masih ada keluarganya," katanya.Akhyar mengatakan soal pendataan, Pemko Medan sudah menyiapkannya. Masyarakat yang ia sebut sebagai korban konflik itu juga sudah siap dipulangkan ke keluarganya masing-masing. "Kita juga telah menghubungi keluarganya. Paling tinggal 1 atau 2 yang intensif agar mereka mau menerima kembali," ucapnya.Kepala Kesbangpolinmas Kota Medan Ceko Wakhda Ritonga, mengatakan, besok (07/04/2016), pihaknya kembali akan membahas mengenai penanganan eks Gafatar tersebut bersama Pemprov Sumut. "Hasil rapat sebelumnya dengan Pemprov Sumut bahwa kabupaten/kota hanya akan memfasilitasi kepulangan 33 KK itu ke kekeluarganya setelah diserahkan nantinya oleh Pemprovsu," ujarnya.(BS01)