Beritasumut.com - Pedagang Pasar Induk Lau Cih berunjuk rasa di Kantor Walikota Medan, Kamis (10/3/2016). Aksi unjuk rasa sempat berlangsung ricuh. Pedagang memblokade jalan dan merusak gerbang pagar.Ratusan pengunjuk rasa datang ke Kantor Walikota Medan dengan puluhan pikap. Pendemo didominasi ibu-ibu.Mereka menuntut pemerintah untuk lebih tegas menertibkan sisa pedagang Pasar Sutomo yang menolak pindah ke Pasar Induk Lau Cih. Keberadaan para pedagang yang berdagang "liar" ini membuat pembeli tidak mau datang ke Pasar Induk Lau Cih yang berada di pinggir Kota Medan."Kami mau Pemko Medan menertibkan pedagang yang masih berjualan di sekitar Jalan Sutomo. Kami protes karena dagangan kami tidak laku gara-gara mereka masih jualan di sana. Padahal kami sudah keluar uang Rp40 juta untuk mendapatkan kios di Lau Cih," beber Mak Upit, seorang pedagang.Demo sempat berlangsung ricuh. Pendemo memblokade Jalan Kapten Maulana Lubis di depan Plaza Palladium. Saat polisi berkonsentrasi ke sana, pengunjuk rasa menabrak pagar depan hingga bergeser ke belakang.Setelah gerbang terbuka, pengunjuk rasa masuk ke halaman Kantor Walikota Medan. Mereka berorasi, menyanyi dan menari di sana.Pedagang sempat terlibat aksi dorong dengan petugas kepolisian. Mereka juga melemparkan air mineral ke arah petugas. Namun kericuhan tidak berlangsung lama. Sebab, usai melempar pendemo langsung menari-nari.Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution kemudian menemui pendemo. Akhyar berjanji menuntaskan penertiban pasar di sekitar Jalan Sutomo. "Paling lama 16 Maret," janji Akhyar.Setelah mendengar janji itu, pendemo makan siang di tengah jalan. Selanjutnya mereka membubarkan diri. (BS-001)