Beritasumut.com - Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi, mengatakan bahwa dalam hal penerbangan yang paling utama adalah masalah keselamatan penerbangan selanjutnya keselamatan aset.Pernyataan tersebut dikatakannya dalam rangka memberikan pendapat dalam diskusi tentang aset negara di lingkungan Lanud Soewondo, Medan yang dihadiri langsung Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu, di Ruang Rapat Lanud Soewondo, Medan, Kamis (18/2/2016).Menhan Ryamizard Ryacudu dihadapan para Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) mengatakan bahwa penanganan masalah aset di Lanud Soewondo agar ditangani sesuai hukum dan pembangunan harus tetap berjalan sesuai perencanaan.Menurut Plt Gubernur Sumut, bandara tersebut pertama kali didirikan oleh orang Polandia pada Tahun 1920 dan aset tanah dipinjamkan oleh Sultan Deli. Itulah asal kata Polonia untuk kepentingan umum.Plt Gubernur juga mengatakan bahwa dengan seringnya terjadinya kecelakaan penerbangan melalui Lanud Soewondo maka pembangunan Bandar Udara Kualanamu dipercepat dan pembangunannya sesuai dengan harapan masyarakat untuk Sumut lebih maju ke depan.Menurut Plt Gubernur, sesuai perkembangan pembangunan Kota Medan yang merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Utara, maka perlu relokasi Lanud Soewondo. Karena bangunan tinggi tidak boleh dekat dengan lanud maka lebih baik dicari lokasi yang jauh lebih luas seperti di Kabupaten Langkat sesuai teknis TNI AU.Ditambahkannya, tentang masalah aset yang telah didiami bertahun-tahun oleh ribuan masyarakat di sekitar Polonia, namun status kepemilikan yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada agar diselesaikan sesuai hukum. (BS-001)