Beritasumut.com - Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah melaksanakan Seri Dialog Demokrasi sebanyak 17 kali di sejumlah tempat di Kota Medan dengan metode kemitraan antara Kesbangpol dan Linmas dengan organisasi kemasyarakatan.
Dialog mengangkat tema demokrasi yang aktual di tengah masyarakat seperti pemilukada serentak dan masih rendahnya partisipasi pemilih pada pemilukada.
Hal itu ditegaskan Kasubbid Ormas dan LSM Kesbangpol dan Linmas Sumut Harry di Kantor Kesbangpol dan Linmas Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (6/1/2016).
Harry menjelaskan program bertujuan untuk mencerdasakan masyarakat dalam memahami makna demokrasi sehingga bisa mengaktualisasikanya dalam kehidupan sehari-hari.
Dialog juga bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing dalam menyikapi isu-isu politik yang sangat hegemoni akhir-akhir ini di tengah masyarakat.
"Jangan sampai masyarakat tidak mengerti atas isu-isu politik yang berkembang sehingga menimbulkan keresahan, ketidakpastian dan suasana kamtibmas yang tidak kondusif," kata Alumni STPDN Angkatan XIV ini.
Harry menambahkan dalam Seri Dialog Demokrasi tersebut dihadirkan sejumlah pembicara yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing, yakni Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Kementerian Sosial RI, Kabid III Pembinaan Politik Dalam Negeri Kesbangpol dan Linmas Sumut Achmad Firdausi Hutasuhut, Pengamat Sosial Politik Shohibul Anshor Siregar, Anggota KPU Sumut Benget Silitonga.
"Seluruh kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan 2015 dengan output agar pemahaman masyarakat terhadap persoalan demokrasi di negeri ini bisa menjadi baik sehingga isu-isu tentang perkembangan demokrasi apakah itu isu politik elit-elit dalam negeri, isu-isu penegakan hukum dan isu-isu tentang terorisme bisa disikapi dengan baik dan bijaksana," kata Harry.
Di akhir pernyatannya Harry mengungkapkan, Pilkada 21 Kabupaten/Kota di Sumut baru saja dilaksanakan dengan aman dan lancar sekaligus membuktikan bahwa pemahaman masyarakat tentang demokrasi mulai membaik meskipun masih banyak masyarakat tidak menggunakan hak suaranya. (BS-001)