Kepala Daerah Terus Masuk Penjara, Warga Medan Trauma Memilih

Redaksi - Rabu, 09 Desember 2015 13:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir122015/beritasumut_Kepala-Daerah-Terus-Masuk-Penjara--Warga-Medan-Trauma-Memilih.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dan isteri Evi Diana mencoblos di TPS 16, Komplek Villa Gading Mas, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Aplas, Rabu (9/12/2015).

Beritasumut.com - Pilkada serentak di Medan hari ini, Rabu (9/12/2015), tak disambut warga dengan antusias. Hingga menjelang pukul 11.00 WIB, sejumlah TPS masih tampak sepi.

Aktivitas di pasar juga berlangsung normal pada libur nasional ini. Di Pasar Petisah, hanya sekitar 10 persen dari 2.000-a pedagang yang tidak berjualan.

Sejumlah pedagang mengakui sengaja tidak mencoblos. "Gak (mencoblos), jualan dululah," ujar Cut Nurmala, pedagang sayur di Pasar Petisah.

Ditanya alasannya tidak memilih, perempuan berjilbab itu mengaku kecewa dengan pilihan yang pernah dibuatnya.

"Malas milihnya, sudah capek milihnya. Nanti dua minggu terpilih masuk penjara dia, tiga minggu masuk penjara lagi. Jadi dah malas milihnya," sambung Nurmala.

Pedagang lainnya, S Marbun, mengaku tidak memilih karena menurutnya tidak ada kandidat yang berkarakter bagus. Dia juga khawatir pengalaman di pilkada-pilkada sebelumnya terulang.

"Tidak ada karakter yang bagus. Sudah terpilih tidak becus, malah nantinya menyusahkan masyarakat. Cuma janji. Bagus gak usah milih," katanya.

Dua Wali Kota Medan, Abdillah dan Rahudman Harahap, memang masuk bui karena kasus korupsi saat masih menjabat. Begitu juga dua Gubernur Sumut, Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho. Kepala daerah dan mantan kepala daerah lain di Sumut juga sudah banyak yang terjerat perkara korupsi.

Pilkada Kota Medan hanya diikuti dua pasang calon, yaitu pasangan nomor urut 1, Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution, dan pasangan nomor urut 2, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma. Mereka akan memperebutkan 1.985.096 suara pemilih yang terdata dalam DPT. 

T Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution diusung PDIP, Golkar, Nasdem, PKS, PKPI, PAN dan PBB. Sementara itu, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma didukung Partai Demokrat, Gerindra dan Hanura.

Dzulmi Eldin merupakan calon petahana karena sebelumnya dia menjabat Wali Kota Medan. Sementara Ramadhan Pohan adalah mantan anggota DPR yang juga elite Partai Demokrat. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

MK Tolak Gugatan Pilkada Medan

Berita

Tim Pemenangan BENAR: Pilkada Medan Lancar dan Jadi Kemenangan Bersama

Berita

Ketua KPU RI Turun ke Medan

Berita

Partisipasi Pemilih Terendah di Indonesia, REDI Tuntut Pilkada Medan Susulan

Berita

Eldin-Akhyar Menang Telak di Medan

Berita

Real Count Pilkada Medan: BENAR Unggul 68,5 Persen