Guru Swasta Curhat ke Akhyar

Redaksi - Senin, 30 November 2015 14:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112015/beritasumut_Guru-Swasta-Curhat-ke-Akhyar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dokumentasi
Akhyar Nasution.
Beritasumut.com - ‪Ratusan guru swasta anggota Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Sumatera Utara (Sumut) curhat kepada Calon Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution. Mereka menyampaikan berbagai kekhawatiran mereka terhadap kondisi pendidikan dan juga sistem pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah saat ini.Salah satu kebijakan yang menurut mereka harus menjadi perhatian pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution jika nantinya terpilih menjadi pemimpin di Medan yakni kebjakan dalam hal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)."Tidak adanya pembatasan jumlah siswa pada sekolah negeri dan adanya penambahan kelas serta jam belajar menjadi dua tahapan (shift) akan membuat kami guru swasta lama-lama akan mati dengan sendirinya," kata Ketua PGSI Sumut Partomuan Silitonga dalam acara Peringatan Hari Guru, di Yayasan Pendidikan Nurhasanah, Jalan Garu I, Medan, Sabtu (28/11/2015).Partomuan menjelaskan, proses belajar mengajar dengan menerapkan sistem dua shift akan membuat proses belajar mengajar di sekolah negeri akan berlangsung dua tahap yakni tahap pagi dan sore. Hal ini akan membuat peserta didik di sekolah negeri akan semakin padat dan sekaligus akan menghancurkan kesempatan bagi sekolah swasta untuk mendapatkan peserta didik."Kami khawatir sekolah negeri akan berubah seperti kapal keruk yang menjaring semua," ujarnya.Menanggapi persoalan ini, Akhyar mengatakan mereka sudah berkomitmen dalam melakukan penertiban terhadap proses PPDB pada sekolah-sekolah di Medan. Hal ini untuk menjamin terselenggaranya pemerataan pendidikan di Kota Medan."Kami menganggap sekolah negeri dan swasta itu sama. Sama-sama bertujuan memajukan pendidikan," ujarnya.Dalam program mereka, BENAR akan menerapkan sistem wajib belajar 12 yang bertujuan untuk semakin meningkatkan kualitas para generasi muda. Namun demikian, pasangan nomor urut 1 ini memastikan, seluruh kebijakan pendidikan yang mereka gagas akan tetap diputuskan dengan melibatkan berbagai pihak untuk memberi masukan termasuk PGSI."Pertemuan seperti ini sangat berharga karena kami sangat butuh masukan bagaimana skema bantuan siswa tidak mampu maupun kebijakan lainnya," ujarnya.Usai dialog, Akhyar didaulat menyerahkan penghargaan terhadap sejumlah tokoh PGSI seperti Abdul Latif Ibrahim, FJ Pinem, Aminah Yunus Rasyid, Isahuddin Sitorus, Wilson Siagian dan beberapa tokoh pendidikan Sumut lainnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Wakil Walikota Medan Hadiri Perayaan Vaisakhi

Berita

MK Tolak Gugatan Pilkada Medan

Berita

Tim Pemenangan BENAR: Pilkada Medan Lancar dan Jadi Kemenangan Bersama

Berita

Ketua KPU RI Turun ke Medan

Berita

Partisipasi Pemilih Terendah di Indonesia, REDI Tuntut Pilkada Medan Susulan

Berita

Eldin-Akhyar Menang Telak di Medan