Beritasumut.com - Lantai dasar (basement) Pasar Petisah harus ditata ulang agar tidak pengap dan sirkulasi udara menjadi lebih baik. Hal ini sebagai bagian untuk membuat kenyaman pedagang serta pembeli.
Demikian disampaikan Calon Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat berkunjung ke basement Pasar Petisah, Rabu (4/11/2015). Didamping pengurus Persatuan Pedagang Pasar Petisah Basement (P4B), Akhyar berkeliling menyapa satu persatu pedagang. Mulai dari pedagang ikan, ayam, sayuran, kelapa, makanan hingga daging.
Dalam dialog Akhyar dengan pedagang, sejumlah pedagang meminta agar sirkulasi udara diaktifkan. Karena pasar terasa pengab dan panas bila pengunjungnya semakin ramai. Apalagi pasar ini hanya mengandalkan kipas angin.
Selain itu pedagang juga meminta agar sanitasi air serta lantai pasar diperbaiki kembali. Hal ini dikarenakan sanitasi air sering tak mengalir, dan lantai pasarnya juga sudah rusak.
"Kami sudah berulangkali menyampaikan keluhan ini ke PD Pasar, tapi belum ditanggapi sama manajemen," kata Ketua P4B Suwarno.
Mendengar aspirasi pedagang, Akhyar menegaskan, basement Pasar Petisah wajib ditata ulang, misalnya menambah jumlah sirkulasi udara dengan membuka dinding-dindingnya.
"Dindingnya jangan terlalu banyak ditutup, lebih banyak dibuka maka angin banyak yang masuk," katanya.
Dia mengaku tidak setuju bila mesin sirkulasi udara diaktifkan, karena mesin tersebut menggunakan tenaga listrik. Padahal, kondisinya Sumut khususnya Kota Medan sedang krisis energi listrik, seperti yang selalu disampaikan PT PLN.
"Kita harus mencari solusi, maka dibuatlah penambahan sirkulasi udara," sebutnya.
Tak hanya itu, Akhyar menyebutkan, khusus mengenai lantai pasar, sebenarnya tidak harus menunggu lama jika pengelola pasar sigap untuk bertindak. Kondisi ini tak boleh dibiarkan.
"Program kami akan membuat pasar menjadi nyaman dan aman, serta pedagangnya juga tetap mendapatkan pendapatan yang baik," ucapnya sambil dielu-elukan pilihlah nomor satu.
Dari basement, Akhyar naik ke lantai paling atas untuk menemui para penjahit di Pasar Petisah. Di tempat itu, Akhyar sempat menjajal mesin jahit yang sejak kecil bagian dari hidupnya.
"Saya kalau megang mesin jahit seperti main-main saja, tapi sebenarnya saya juga tukang jahit waktu SMP dan SMA," ujar anak tukang jahit itu. (BS-001)