Istana Tegaskan Dialog Jokowi Dengan Suku Anak Dalam Bukan Rekayasa

Redaksi - Senin, 02 November 2015 21:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112015/beritasumut_Istana-Tegaskan-Dialog-Jokowi-Dengan-Suku-Anak-Dalam-Bukan-Rekayasa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Setkab RI
Jokowi berdialog dengan Suku Anak Dalam, dalam kunjungan ke Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10/2015) lalu.

Beritasumut.com - Istana menegaskan dialog antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Suku Anak Dalam, di Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10/2015) siang, bukan rekayasa.

"Kami ingin menyampaikan juga kepada rekan-rekan sekalian, karena beredar di sosial media cukup luas, hal yang berkaitan dengan kunjungan Presiden ke suku Anak dalam, yang seakan-akan ada rekayasa dalam foto. Perlu kami tegaskan bahwa tidak ada sama sekali yang dilakukan oleh Presiden seperti yang dituduhkan," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dalam jumpa pers, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2015) sore.

Dilansir situs resmi Setkab, Pramono mengakui ada satu orang yaitu Husni Thamrin yang bertindak sebagai penerjemah yang bisa berbicara dengan Suku Anak Dalam, yang ada di dua tempat tersebut, dan memakai baju batik.

Menurut Seskab, jarak antara Presiden Jokowi yang mengunjungi Suku Anak Dalam yang mereka turun gunung atau keluar dari hutan dengan lokasi tempat penampungan itu kurang lebih sekitar 600-800 meter. Karena itu, Seskab menilai, apa yang dikembangkan beberapa orang melalui media sosial seperti sudah di luar etik.

"Karena betul-betul Presiden dan beberapa teman-teman media juga beberapa hadir pada waktu itu di lapangan sama sekali tidak ada rekayasa foto atau apapun, dan itu sama sekali bukan karakter Presiden kita," tegas Pramono.

Seskab menambahkan, Presiden ingin apa adanya. Dalam setiap kunjungan, Presiden ingin menegaskan jangan ada hal yang sekan-akan diperlihatkan baik. 

"Beberapa acara yang sudah disusun, yang ternyata penyiapannya baru satu atau dua hari, begitu dilaporkan kepada Presiden pasti langsung dibatalkan," imbuh Pramono.

Disampaikan Seskab, Presiden berharap bisa mengunjungi tempat-tempat yang memang  membutuhkan kebijakan, policy, keputusan dari Presiden.

Ia menunjuk contoh rumah singgah yang di Palembang, ternyata sama sekali bukan hal yang rekayasa, tempatnya memang di tempat kumuh, dan itulah hal yang menjadi perhatian Presiden selama ini.

Siberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja mengunjungi Suku Anak Dalam, di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10/2015) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam kesempatan itu, selain berdialog dengan warga Suku Anak Dalam dan menyerahkan paket bantuan berupa sembako dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Jokowi menyempatkan mengunjungi perumahan orang rimba dan memberi mereka bantuan, termasuk menawarkan rumah tinggal bagi mereka. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait