Antisipasi Bahaya Asap, Sekolah di Medan Diliburkan

Redaksi - Jumat, 23 Oktober 2015 20:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102015/beritasumut_Antisipasi-Bahaya-Asap--Sekolah-di-Medan-Diliburkan-Mulai-Besok.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan didampingi Kadis Kesehatan Usma Polita Nasution, Kepala BPBD Hana Lore Simantuntak, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Ramlan Tarigan, menggelar konferensi pers.

Beritasumut.com - Penjabat Wali Kota Medan Randiman Tarigan menginstruksikan Dinas Pendidikan Kota Medan untuk meliburkan seluruh sekolah mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dinia (PAUD), Sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta di Kota Medan. Keputusan ini diambil untuk melindungi kesehatan para siswa dari ancaman asap yang sangat mengancam kesehatan.

Apalagi menurut Randiman, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan telah mengarahkan Dinas Pendidikan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di daerah terkena dampak asap yang membahayakan kesehatan para siswa. Hal itu diperkuat lagi dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

"Mulai besok seluruh sekolah mulai tingkap PAUD sampai SMA/SMK baik negeri maupun swasta di seluruh Kota Medan kita liburkan. Keputusan ini kita ambil untuk melindungi para siswa dari dampak asap karena kondisinya sudah di atas Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), sehingga membahayakan kesehatan," kata Pj Wali kota ketika menggelar jumpa pers dengan wartawan, di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman, Medan, Jumat (23/10/2015).

Keputusan ini diambil Randiman setelah menggelar rapat dengan Kadis Kesehatan Kota Medan Usma Polita, perwakilan Badan Lingkungan Hidup Kota Medan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Hana Lore Simantuntak, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan Ramlan Tarigan.

"Kebijakan yang saya ambil ini memang tidak populer. Saya tahu kebijakan ini nantinya pasti ada pro dan kontranya, tapi harus saya ambil demi kesehatan para siswa. Dampak yang ditimbulkan polusi asap ini sangat membahayakan, selain menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh nafas," jelasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata Randiman, Konsentrasi Partikulat (PM 10) di Kota Medan pada pukul 16.00 WIB mencapai angka 542.  Angka ini menunjukkan kondisi polusi udara yang ditimbulkan akibat asap telah memasuki tahap sangat membahayakan.

Udara dikatakan sangat baik bilang Randiman, jika angka PM 10 0-50, 50-100 (sedang), 150-250 (tidak sehat), 250-350 (sangat tidak sehat) dan lebih dari 350 (sangat membahayakan).

"Bayangkan saja angka PM 10 di Kota Medan pada pukul 16.00 WIB sudah memasuki 542. Artinya, lebih dari 350 dan masuk kategori zona merah dan sangat membahayakan. Jadi inilah salah satu alasan mendasar kita putuskan untuk meliburkan sekolah,"  ungkapnya.

Ketika disinggung sampai kapan sekolah diliburkan, Randiman langsung menjawab sampai kondisi udara di Medan sudah memasuki ambang normal sesuai dengan ISPU. Apalagi menurut pengakuan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan, saat ini seluruh siswa baru selesai ujian dan pihak sekolah tengah melakukan koreksi ujian. Dengan demikian keputusan libur ini tidak akan mengganggu pendidikan para siswa dan Randiman pun berharap asap ini cepat berlalu.

Untuk itu usai konferesi pers, Randiman  langsung minta Dinas Pendidikan menyurati seluruh sekolah untuk meliburkan siswanya. Selanjutnya Randiman berpesan kepada masyarakat agar mengurangi aktifitas di luar rumah. Jika beraktifitas di luar rumah, dia menyarankan untuk menggunakan masker untuk melindungi kesehatan. 

"Kepada seluruh orang tua, saya juga mengajak untuk membatasi anak-anaknya agar tidak bermain-main di luar rumah," pesannya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Kelompok Usaha Ikan Sale Tradisional Akui Manfaat Inovasi Alat Smart Strongbox Smoked dan Pemasaran Digital di Desa Bintang Meriah

Berita

Gencar Cegah Malaria, Satgas Yonif 126/KC Laksanakan Pengasapan Keliling Kampung di Perbatasan Papua

Berita

GMR Airport International Terpilih Jadi Mitra Strategis Pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu

Berita

Kemunculan Asap Hebohkan Warga, Brimob Terjunkan Personil ke Sipirok

Berita

Polresta Deli Serdang Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla Melalui CCTV Asap Digital

Berita

Terdeteksi 25 Hot Spot di Sumut, Wakil Gubernur Sumut Minta Semua Pihak Waspada Karhutla