Beritasumut.com - Sungai Babura dan Sungai Bederah meluap, akibatnya sekitar lima ribu warga di enam kecamatan, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Baru, Medan Polonia dan Medan Selayang serta Medan Petisah terendam air.
Air Sungai Babura mulai meluap di Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, Ahad (18/10/2015) malam sekira pukul 22.30 WIB. Ketinggian air terus bertambah di saat hujan deras sekitar tiga jam mengguyur Medan Johor.
"Di sini hujan deras sampai jam 01.00 (Senin, 19/10/2015) dini hari. Hujan deras reda, tapi genangan air terus bertambah hingga pagi-matahari terbit," kata Sitepu kepada wartawan, Senin (19/10/2015).
Dia menyebutkan, luapan air biasanya datang setiap lima tahun sekali, tapi kali ini datangnya sudah lebih cepat. Biasanya, sungai meluap ini diakibatkan hujan deras di daerah gunung/hulunya sungai di Medan, sebutnya.
Warga lainnya, Wahyu (36) warga Jalan Mulia, Kelurahan Titi Rante, Medan Baru, mengaku hujan deras sudah biasa terjadi di Kota Medan. Bahkan hujannya berjam-jam, tapi kali ini hujannya beda air sungai meluap.
"Biasanya air sungai meluap ini kalau di hulu hujan deras. Dan warga juga sudah berulang kali mendapatkan banjir. Semoga ada solusi lain agar kalau hujan deras di hulu tak membuat rumah warga tergenang," katanya.
Berdasarkan data yang diperoleh, luapan air sungai terparah terjadi di Kecamatan Medan Johor, Medan Baru dan Medan Marelan. Di tiga kecamatan tersebut, warga terpaksa mengungsi karena ketinggian air mencapai tiga meter, terutama yang tempat tinggalnya berdekatan langsung dengan sungai.
Khusus di Kelurahan Kwala Bekala, proses evakuasi berlangsung mulai tengah malam sampai menjelang tengah hari. Bahkan, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dibantu masyarakat terus bahu membahu mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir di dalam rumah. Meski demikian sejauh ini belum ada laporan jatuhnya korban jiwa.
Di Kelurahan Kwala Bekala ini, banjir terparah terjadi di Lingkungan I, II dan III sehingga menyebabkan 515 KK atau 2.000 jiwa harus meninggalkan rumah. Warga yang mengungsi itu ditampung di empat lokasi yakni Masjid Muttaqin, Gang Permai, Gang Damai dan Gang Persatuan. Sedangkan luapan air sungai di Jalan Marelan VII, Kelurahan Tanah Enam Ratus ada sepanjang 4 kilometer, rumah warga di kanan dan kiri parit besar dihuni sekitar 1.500 jiwa terendam air.
Saat meninjau rumah warga yang terdampak genangan air, Calon Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan turut prihatin kepada warga yang rumahnya terendam akibat meluapnya air Sungai Babura dan Sungai Bederah. Meluapnya kedua sungai itu sebenarnya bisa dicegah bila sungai tersebut diperdalam.
"Yang terjadi saat ini, intensitas air hujan tinggi sedangkan sungai tidak mampu menampung airnya. Akibatnya sungai meluap dan masuk ke drainase-drainase Kota Medan," ucapnya.
Pasangan nomor urut 1 ini menegaskan, berdasarkan pengalaman yang dimiliki, dan pernah melakukan pengorekan sungai di dua tempat itu. Ternyata sungai bukan wewenangnya Pemerintah Kota Medan, melainkan tugasnya Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II di bawah kementerian langsung.
"Bilamana amanah datang ke pasangan BENAR, kami akan membuat Sungai Babura menjadi lebih benar. Saya akan perjuangkan agar BWSS II memperdalam di dua sungai tersebut," katanya.
Eldin menambahkan, alasannya meminta BWSS II untuk mengorek bukan sekedar alasan belaka, melainkan fakta yang terjadi. Di Medan ada sejumlah sungai diantaranya Sungai Babura, Sungai Bederah, Sungai Denai, Sungai Deli dan beberapa sungai lainnya.
"Lihat dimana saja yang meluapnya sampai menggenangi rumah warga. Hanya di wilayah sungai yang dilintasi Sungai Bederah dan Babura kan. Inilah makanya saya langsung ambil kesimpulan, Sungai Babura harus dikorek karena sudah dangkal," ucapnya usai meninjau wilayah terdampak banjir di Jalan Mulia/Jalan Bahagia Kelurahan Titi Rante, Medan Baru.
Dia menyatakan, apa yang disampaikannya kepada khalayak ramai bukan satu dua kali saja, atau cakap-cakap belaka. Namun sudah pernah disampaikan ke Kementerian Pekejaan Umum, janjinya dilakukan pada 2016.
"Insya Allah Tahun 2016 sudah ada pengorekan akibat dangkalnya Sungai Babura. Mudah-mudahan setelah dikorek tidak lagi meluap sungai-sungai ini," ujarnya didampingi Ketua Tim Koalisi Pemenangan BENAR Syaf Lubis.
Di tempat yang sama, Syaf menegaskan, dari Tim Pemenangan sudah mengirimkan makanan untuk pengungsi, minuman serta makanan instansi agar warga bisa menikmatinya.
"Kami akan terus berbuat, dan kami akan bekerja untuk rakyat. Pak Eldin selama ini bekerja, cuma karena waktu bekerjanya habis. Jadi programnya terputus oleh waktu, untuk melanjutkannya harus ikut Pilkada. Jadi kami berharap, bantu Pak Eldin pada 9 Desember 2015 agar Kota Medan menjadi lebih benar," katanya. (BS-001)