Beritasumut.com - Belasan ribu jamaah pengajian akbar Medan Tembung dan Medan Kota siap mengawal dan mendukung penuh agar Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution bisa melanjutkan program pembangunan Kota Medan periode 2016-2021.
Pengajian akbar yang digelar di dua tempat di waktu berbeda, Jalan Bersama, Kelurahan Bantan, Medan Tembung digelar pada Sabtu (17/10/2015) malam dan di Jalan Bulu Tangkis, Medan Kota, Ahad (18/10/2015).
Di dua pengajian itu, jamaah pengajian berharap peningkatan pelayanan administrasi kependudukan secara cepat, mudah dan tepat serta gratis, fasilitas pendukung pendidikan seperti tampung gaji guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) serta peningkatan pembangunan fasilitas jalan dan drainase agar tidak banjir.
Seperti disampaikan Ketua Perkumpulan Rukun Tetangga Amal Kemalangan (Pertak) sekaligus Ketua Pelaksana peringatan 1 Muharam, peresmian TPA dan Musala, Sulaiman Hasibuan dalam sambutannya.
"Selama ini honor bilal mayit dan guru maghrib mengaji sudah ada ditanggung APBD Kota Medan. Kami berharap, honor guru TPA di Kota Medan ditampung oleh Pemko Medan khususnya dibawah kepemimpinan Pak Eldin-Akhyar," harapnya.
Dia menyampaikan, di bawah kepemimpinan Pak Eldin, pengelolaan Kota Medan sudah membaik. Pembangunan infrastruktur terus berjalan, pertumbuhan ekonomi baik serta pelayanan pendidikan dan kesehatannya sangat baik.
"Kami berharap program ini dilanjutkan untuk ditingkatkan menjadi lebih benar," katanya disambut tepuk tangan.
Sulaiman menambahkan, peringatan 1 Muharam dihadiri oleh berbagai pengajian dan perwiritan diantaranya, Pertak, Hikmatul Fadilla, Setia Budi, Nurul Ikhlas dan Nurhasanah.
"Bisa dilihat dari sisi jumlahnya, seluruhnya hadir untuk melihat, mendengar dan berharap besar pasangan BENAR bisa menjadikan Kota Medan menjadi lebih benar," ucapnya.
Terpisah, Wakil Ketua Persatuan Wanita Muslim Tapanuli (Perwamta) Provinsi Sumatera Utara, Hj Wari'ah Hutabarat mengatakan pada perwirida akbar dan peringatan 1 Muharram 1437 H di rumah ini di Jalan Bulu Tangkis dapat meningkatkan kualitas keimanan kita di tahun ini.
"Sebentar lagi kita akan memilih pemimpin di Kota Medan. Coba kita pikirkan dan pilihlah yang seakidah dengan kita. Semoga kita senantiasa dirahmati oleh Allah. Mudah-mudahan pertemuan kita menjadi barokah dan semoga silaturahim ini terus dibina," tuturnya.
Pengajian tersebut juga dihadiri Ketua Pengajian Ikatan Masyarakat Tapanuli dan Sibolga, Mastar Ain Tanjung menyebutkan, Sibolga mempunyai sejarah besar di Kota Medan.
"Karena Wali Kota Medan terdahulu merupakan orang Sibolga, Jaluddin Tanjung. Jejak angku kami sekarang diikuti Adinda kami, Dzulmi Eldin. Kami mendukung, satukan tekad untuk memenangkan Adinda Eldin menjadi orang pertama di Kota Medan," timpalnya.
Senada Ketua Pengajian Irsyadut Dahilia, Hj Dernawati Harahap turut mendukung penuh atas kelanjutan pencalonan Eldin menjadi Wali Kota Medan mendatang.
"Semoga Allah meridhoi kepemimpinan Pak Eldin. Ingatlah kami," ujarnya.
Mendengar dukungan dan harapan dari sejumlah pengajian yang merupakan aspirasi anggota pengajian/perwiritan, Dzulmi Eldin mengatakan, pembangunan Kota Medan kata orang-orang melambat, tidak ada perubahan dan jalan banyak yang rusak.
"Saya bukan membantah, tapi saya paparkan dan bisa mungkin bisa dirasakan oleh hati masyarakat," ucapnya di Jalan Bersama.
Sejak ditunjuk jadi Plt Wali Kota Medan dan melanjutkan menjadi Wali Kota Medan pada 2014 hingga 26 Juli 2015, Eldin menyebutkan, Islamic Centre segera dibangun pada 2016, karena tanah seluas 22 hektare sudah dibeli di kawasan Martubung, Medan Labuhan, pembangunan under pass simpang Titi Kuning-Delitua sedang dilakukan pembebasan tanah, tiga fly over Simpang Kampung Lalang, Pondok Kelapa dan Cemara.
"Semuanya sudah saya siapkan selama satu tahun menjadi Wali Kota Medan. Bapak/ibu bisa melihat dan merasakan, bagaimana harus menyiapkannya dalam setahun di tengah-tengahnya pembangunan jalan, jembatan, drainase, fasilitas pendidikan serta administrasi pemerintahan lainnya tetap berjalan," katanya.
"Jadi biarkan orang berkata apa, karena saya Anak Medan, lahir, besar dan berkarya di kota ini. Saya ingin membangun Medan seperti layaknya kota besar," tambahnya.
Eldin yang baru meresmikan Musala dan TPA Pertak menegaskan, honor bilal mayit sampai sekarang dibayar, honor maghrib mengaji juga dibayar, honor posyandu juga ada.
"Jadi Insya Allah honor guru TPA disiapkan, karena saya yakin APBD kita mampu membayarnya," katanya disambut tepuk tangan.
Sementara itu, di Jalan Bulu Tangkis, pria berkaca mata yang didampingi istrinya Rita Maharani mengakui setiap kali hujan, kota ini akan tergenang. Apalagi adanya proyek pipanisasi MSMHP dari Pemerintah Pusat. Proyek yang digagas Pemerintah Pusat dan dilaksanakan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarukim) Sumut bagus untuk pengelolaan air limbah rumah tangga, karena kota ini akan berkembang pada tahun-tahun akan datang. Memang dalam pengerjaan program ini membuat masalah baru yakni kerusakan jalan, dulu kalau kita semua mengingatnya ada proyek yang sama MUDP, tapi tidak berhasil karena diberhentikan akibat ada beberapa orang jadi korban. Hasilnya kota ini tergenang banjir.
"Karena belajar dari pengalaman, proyek pipanisasi yang sedang berjalan pernah akan saya berhentikan. Tapi, niat itu saya urungkan dan saya memilih siap dihujat oleh banyak orang demi mempersiapkan Kota Medan untuk akan datang. Sesuai janjinya, dan atas surat Wali Kota Medan Maret 2015 ke Menteri PU, pada Desember 2015 semua jalan yang digali diperbaiki seperti semula. Jadi bapak/ibu bisa lihat komitmen Pemerintah Pusat. Insya Allah saya sudah berbuat sesuai dengan kemampuan 35 tahun sebagai birokrat," paparnya.
Usai menyampaikan paparannya, tak jarang Eldin dan istri diserbu kaum ibu-ibu/bapak-bapak untuk diabadikan bersama. (BS-001)