Beritasumut.com - Mendekati hari pencoblosan Pilkada Medan pada 9 Desember 2015, kondisi di lapangan semakin memanas. Sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada yang rusak dan hilang.
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang hanya berjumlah dua pasangan saja membuat konflik rawan terjadi di Pilkada Medan.
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Nomor Urut 2, Ramadhan Pohan dan Eddie Kusuma (REDI) meminta pihak kepolisian untuk menangkap pelaku yang sengaja merusak APK REDI.
Menurut Ramadhan, polisi perlu mengantispasi perusakan APK karena bisa memicu bentrokan terjadi di lapangan. Dia juga mengatakan pihaknya sudah membuat surat-surat permintaan perhatian terhadap KPU dan Panwaslih terhadap perusakan APK.
"Perusakan APK bisa menjadi provokasi yang bisa menimbulkan bentrokan. Baliho yang rusak dan spanduk yang hilang terjadi setelah debat paslon yang diselenggarakan KPU di Grand Aston. Menyangkut pemilu, harusnya pertarunganya di program pembangunan Medan, bukan sobek-sobekan APK," jelas Ramadhan saat berdialog dengan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Edi Suwandono di Mapolres Pelabuhan Belwan, Selasa (13/10/2015) sore.
Ramadhan mengatakan APK REDI yang rusak terjadi di Medan Tuntungan, Medan Marelan dan Medan Labuhan. Perusakan yang terjadi seperti perobekan baliho dan spanduk.
"Saya selalu mengingatkan ke tim agar tidak melakukan hal yang bisa menimbulkan konflik. Saya juga mengingatkan jangan melakukan negatif campaign," pungkas Ramadhan.
AKBP Edi Suwandono berjanji akan menindaklanjuti informasi dari Tim Pemenangan REDI. Dia mengatakan pemilu harus berjalan dengan adil dan kondusif.
"Soal perusakan APK, nanti kita akan tindak lanjuti dan akan meningkatkan patroli. Jangan sampai ada lagi APK yang dirusak. Bisa saja ada pihak tertentu yang ingin mengganggu pilkada. Kami juga akan mengamankan tempat-tempat yang akan dijadiikan posko tim sukses," ungkap Edi. (BS-001)