Beritasumut.com - Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan didampingi Asisten Kesejahteraan Masyarakat Erwin Lubis membagi-bagikan masker kepada pengguna jalan yang melintasi sejumlah persimpangan jalan inti Kota Medan, Rabu (7/10/2015).
Pembagian masker ini merupakan kepedulian Pemko Medan kepada masyarakat atas dampak asap kiriman yang melanda Medan.
Sebanyak 50.000 masker akan dibagikan secara gratis kepada pengendara yang melewati sejumlah titik persimpangan di Medan. Pemberian masker ini merupakan kerja sama Pemko Medan dengan Yayasan Surya Kebenaran Indonesia (YSKI).
Randiman mengatakan, pemberian masker gratis kepada pengguna jalan ini adalah salah satu bentuk kepedulian Pemko Medan didukung oleh steakholder untuk mencegah masyarakat Kota Medan tidak terkena Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) akibat asap kiriman dari luar daerah.
Randiman mendengar dan membaca di sejumlah media cukup banyak daerah lain masyarakatnya mengalami batuk-batuk karena ISPA akibat dampak asap. Dampak asap sudah cukup luar biasa. Dengan pemberian masker ini diharapkan dapat mengurangi dampak asap. Pemberian masker ini nantinya akan terus berlanjut tidak saja kepada pengendara tetapi juga kepada anak sekolah.
Ditambahkannya, Pemko Medan juga telah menyiapkan sarana perobatan bagi masyarakat yang terkena ISPA akibat dampak asap. Masyarakat dipersilahkan berobat di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit Pirngadi Medan. Melihat kondisi asap yang melanda Medan saat ini, dinilai belum darurat asap. Begitu pun Pemko Medan harus mengantisipasi, karena lebih baik mencegah dari pada mengobati. Bila lebih awal diantisipasi dengan menjaga dan menggunakan masker, diyakini dapat mengurangi dampak asap.
“Kita akan segera cek alat ukur kualitas udara yang ada di Kota Medan, dan Kepala Badan Lingkungan Hidup saya harap untuk segera memperbaiki alat ukur kualitas udara tersebut bila ada yang rusak,” katanya.
Randiman menjelaskan, kondisi kabut asap di Kota Medan belum begitu parah tidak separah daerah lain seperti di Palembang, Jambi, Riau dan lainnya yang cukup memprihatinkan. Di Medan jarak pandang masih ratusan meter, pun begitu pemko terus memantau dan melakukan antisipasi secara dini.
“Kota Medan belum sampai tahap meliburkan anak sekolah seperti daerah lain, kondisi kabut asap di Kota Medan belum terlalu memprihatinkan. Kita sendiri dapat rasakan belum ada membuat sesak. Begitu pun kita terus memantau kondisi kesehatan masyarakat, dan kita memerlukan peran steakholder lainnya, sekecil apapun perannya namun itu dapat membantu masyarakat,” pungkas Randiman. (BS-001)