Pluralisme Tidak Bisa Dilihat Dari Bentuk, Melainkan Dinilai Dari Hati

Redaksi - Selasa, 06 Oktober 2015 05:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102015/beritasumut_Pluralisme-Tidak-Bisa-Dilihat-Dari-Bentuk--Melainkan-Dinilai-Dari-Hati.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution foto bersama Ketua PGI Sumut Pdt Jamilin Sirait, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Japorman Saragih, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Budiman Nadapdap, serta pengurus PGI Sumut dan PGI Medan.

Beritasumut.com - Sebagai kota multikultural, Kota Medan tidak bisa disamakan dengan kota-kota lainnya di Indonesia. Ibu Kota Sumatera Utara (Sumut) ini merupakan kota unik yang harus dipimpin oleh orang yang memahami pluralisme. Dengan demikian, Kota Medan yang dihuni lebih dari 13 etnis menjadi sebuah kota sejahtera.

Demikian perbincangan dalam silaturahmi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution dengan pengurus Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Sumut. Hadir pada pertemuan tersebut Ketua Umum PGI Wilayah Sumut Pdt DR Jamilin Sirait, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Japorman Saragih, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Budiman Nadapdap, Sekretaris Tim Pemenangan BENAR Sastra, pengurus PGI Sumut dan pengurus PDI Perjuangan Sumut, di Kantor PGI Sumut, Jalan Selamat Ketaren, Medan Estate, Senin (5/10/2015).

Dihadapan pengurus PGI Sumut, Eldin memaparkan sejumlah program pemerintah lima tahun mendatang. Diantaranya pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan terpenting adalah pluralisme. Konsep pendidikan, semua anak di Kota Medan wajib sekolah, pemerintah tidak membenarkan siswa tak bersekolah. Karena sekolah diberikan gratis kepada seluruh siswa sekolah negeri. Selanjutnya, kesehatan. Fasilitas kesehatan ditambah, seperti pembangunan rumah sakit tipe C di Medan Deli, penambahan fasilitas kesehatan di Puskesmas serta warga Kota Medan kurang mampu diberikan BPJS gratis.

“Infrastruktur kita, Kota Medan pada 2016 hingga 2017 akan berdiri tiga fly over di Simpang Kampung Lalang, Pondok Kelapa, Simpang Cemara. Kemudian satu lagi under pass di Titi Kuning, serta sejumlah pelebaran jalan dan penambahan ruang terbuka hijau seperti kuburan,” katanya.

Khusus untuk kerukunan beragama, Eldin menerangkan, pluraslisme atau paham keberagaman tidak lagi menjadi "tembok" pemisah antarpemeluk agama di Medan. Melainkan, keberagaman agama menurutnya menjadi salah satu kondisi yang membuat Medan menjadi sangat istimewa. 

“Apalagi selama ini keberagaman ini tidak pernah memicu riak apapun di Medan. Makanya saya selalu mengatakan, saya selalu bersedia menjadi ‘pelayan’ bagi warga Kota Medan tanpa memandang perbedaan-perbedaan yang ada," ungkapnya.

Mendengar paparan Eldin, sejumlah pengurus tidak memberikan pernyatan. Melainkan menyatakan program yang diusung sudah sangat baik. Di mana, Kota Medan merupakan kota unik yang sangat spesial di Indonesia. Sehingga dibutuhkan tangan-tangan trampil dalam menjaga pluralisme.

Pdt Jamilin Sirait mengatakan, PGI tidak berpolitik secara praktis, tapi berharap masyarakat cerdas dalam memilih yang sudah dikenal, dan berjiwa nasionalis. Salah satu yang menjadi fokus perhatian PGI menurutnya yakni adanya komitmen dari pasangan tersebut untuk senantiasa menjadi "pelayan" masyarakat tanpa membedakan antara golongan.

"Menurut saya ini yang harus menjadi perhatian. Multikultiralisme itu tidak bisa dilihat hanya dari bentuknya saja, melainkan harus dinilai dari hati. Dengan demikian maka kita bisa memahaminya dengan sepenuh hati," ungkapnya.

Jamilin menegaskan, usai pertemuan tersebut mereka semakin bisa menilai kepribadian Eldin yang sangat memahami pentingnya keberagaman. Dengan demikian, isu agama yang dilontarkan untuk menjatuhkan pasangan tersebut menurutnya hanya sebagai sebuah intrik politik untuk menurunkan elektabilitas Eldin.

"Setelah mendengar apa yang dipaparkannya sangat yakin bahwa Eldin sangat memperhatikan persoalan Medan yang multikulturalis. Tidak membeda-bedakan pelayanan berdasarkan golongan," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengimbau warga Kota Medan harus cerdas dalam menentukan pilihan dan pilihlah yang sudah dikenal pada Pilkada Medan, 9 Desember mendatang. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Hadiri Vaisakhi bersama Umat Sikh, Pj Gubernur sebut Pluralisme sebagai Kekayaan Sumut

Berita

Tagih Janji Eldin, Istri Korban Pohon Tumbang Mengadu ke DPRD Medan

Berita

MK Tolak Gugatan REDI, Eldin: Bersama Membangun Medan Rumah Kita

Berita

Hitungan Resmi Pilkada Medan, Eldin-Akhyar Menang Telak

Berita

Relawan Eldin di Kecamatan Datangi Panti Asuhan se-Kota Medan

Berita

Suku Banjar di Medan Siap Memilih Eldin-Akhyar