Ramadhan Pohan Kunjungi Pasar Sutomo

Redaksi - Selasa, 29 September 2015 15:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092015/beritasumut_Ramadhan-Pohan-Kunjungi-Pasar-Sutomo.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Ramadhan Pohan menyalami pedagang Sutomo.

Beritasumut.com - Tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 dimanfaatkan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma (REDI). Pasar dikawasan Jalan Sutomo pun jadi tujuan untuk berbincang dengan pedagang tradisional pada Selasa (29/9/2015) pagi.

Mulai memasuki areal pasar tumpah di kawasan Jalan Sutomo sejak pukul 05.30 WIB, Ramadhan Pohan bersama Burhanuddin Sitepu yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Medan dan rombongan tim pemenangan pasangan REDI, menyapa pedagang sambil berjalan kaki menelusuri jalan yang telah ramai transaksi jual beli, datang dari berbagai sudut Kota Medan.

Kedatangannya ke kawasan tersebut disambut teriakan dukungan para pedagang. Mereka merasa sosok Ramadhan bisa membawa perubahan dan perbaikan Kota Medan khususnys memperhatikan keberadaan pedagang seperti mereka yang menggantungkan hidupnya dari hasil dagang.

Mendengar teriakan pedagang yang menolak penggusuran, Ramadhan pun segera menghampiri dan bertanya, apa yang dirasakan selama ini. Sebab beberapa bulan sebelumnya, sempat ada kebijakan penggusuran oleh pemerintah kota (Pemko) Medan, tanpa solusi tepat. Sehingga pedagang merasa, tidak diperhatikan.

"Yang penting bagi kami, bisa berjualan dan laku. Kalau tidak, mau makan apa kami," ujar salah seorang pedagang sayur, R Tarigan, yang mengaku pemindahan tempat berjualan ke Pasar Induk Lau Cih oleh Pemko Medan terkesan sepihak dan tidak memikirkan keberlanjutan pedagang.

Pedagang lainnya juga mengeluhkan nasib mereka saat “dipaksa” berjualan di Pasar Induk, Kecamatan Medan Tuntungan. Mereka mengaku terus merugi selama tiga bulan lebih sejak berjualan di lokasi tersebut. Sebab pembeli seperti enggan mendatangi lokasi pasar induk, karena selain jauh, tidak seluruhnya pedagang di kawasan Jalan Sutomo ditertibkan. Sehingga menimbulkan kecemburuan pedagang lain.

"Kita sudah mencoba berjualan di sana pak, tapi tidak hidup. Bagaimana kami mau berjualan kalau pembeli tak ada, modal pun lama-lama bisa habis," jelas K Sitorus yang memilih kembali berdagang di kawasan Jalan Sutomo, Medan.

Sementara dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu menyebutkan Kota Medan harus didukung keberadaan pasar induk lebih dari satu. Kebutuhan akan kawasan pasar tradisional, menjadi sangat penting. Sedangkan lokasi yang ada saat ini, kurang representatif karena tidak ada dukungan penuh pemerintah, terutama bagaimana agar pedagang tidak merugi akibat sepi pembeli.

"Kota Medan ini kan pintu gerbangnya tidak hanya satu. Kedatangan masyarakat itu dari berbagai penjuru. Jadi tidak cukup hanya satu pasar induk saja, tetapi setidaknya 2 sampai 3 baru bisa representatif," katanya.

Menurutnya, pedagang tidak begitu mempermasalahkan lokasi berjualan, selama masih banyak pembeli. Hal itu yang kemudian jadi alasan para pedagang yang sebelumnya telah membuka lapak di pasar induk Lau Cih, memaksa kembali berjualan di kawasan Jalan Sutomo.

Mendengar keluhan itu, Ramadhan mengatakan dalam hal menyelesaikan permasalahan seperti ini, perlu kebersamaan dan keseriusan untuk berfikir jangka panjang. Sebab jika sekadar memindahkan saja tanpa ada solusi yang jelas dan komprehensif, maka akan menimbulkan gejolak bahkan masalah baru yang lebih besar.

"Ke depan, Pemko tidak bisa jalan sendiri. Harus ada kebersamaan dan kerjasama dengan dewan (DPRD)," sebutnya menjelaskan penerbitan peraturan wali kota (Perwal) harus dilakukan dengan survei mendalam.

Usai berkeliling kawasan pasar, Ramadhan Pohan bersama tim menyempatkan berbelanja sayur dan buah. Ia pun menolak saat pedagang menawarkan barang dagangan tanpa dibayar.

"Oh tidak mau saya (gratis), berapa harganya biasa, saya bayar. Namanya berdagang," katanya saat membeli beberapa buah nenas sebelum beranjak meninggalkan lokasi. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Ramadhan Pohan Bakal Kembali Diperiksa Poldasu

Berita

Tersangka Bersama Ramadhan Pohan, Savita Juga Tidak Ditahan

Berita

Savita Bantah Sebagai Perantara Kasus Penipuan Ramadhan Pohan

Berita

Terkait Laporan Ramadhan Pohan, Penyidik Lakukan Pemeriksaan Terhadap Savita

Berita

Ditetapkan Tersangka, Kuasa Hukum Nilai Justru Ramadhan Pohan Jadi Korban

Berita

Ramadhan Pohan Janjikan Bunga Rp 600 Juta dan Beri Cek Kosong Kepada Korbannya