Beritasumut.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi melantik Staf Ahli Gubernur Sumut Riadil Akhir Lubis sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Binjai.
Pelantikan Riadil bersamaan dengan pelantikan lima Bupati lainnya. Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah dan penandatanganan Pakta Integritas di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (28/9/2015).
Hadir dalam pelantikan, Kapolda Sumut Irjen Pol Ngadino, Kasdam I BB Brigjen Cucu Soemantri, Pangkosek Hanudnas III Marsma Jemi Trisonjaya, Danlantamal I Belawan Laksma TNU Yudo Margono, Danlanud Soewondo Medan Kolonel Pnb Arifien Syahrir, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut Hasban Ritonga, Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumut Tohar Bayo Angin.
Dalam kesempatan tersebut, Tengku Erry Nuradi menegaskan, pengangkatan 6 Pj Kepala Daerah itu karena berakhirnya masa jabatan kepala daerah sekaligus untuk mengisi kekosongan kepemimpinan sebagai persiapan menjelang pilkada serentak di 23 kabupaten/kota di Sumut sesuai Pasal 201 ayat 9 Undang-Undang No 8 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan Pejabat Bupati/Wali Kota yang berasal dari jabatan pimpinan tertinggi Pratama.
“Ada 14 Kepala Daerah yang telah berakhir masa jabatannya sebelum Pilkada 9 Desember 2015 mendatang dan 9 lainnya setelah Pilkada 9 Desember 2015,” ujar Tengku Erry.
Tengku Erry berpesan, Pj Bupati dan Wali Kota yang diangkat memiliki tanggung jawab yang besar dalam menyukseskan pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara serentak di daerahnya masing-masing pada 9 Desember 2015 mendatang.
“Jaga kondusifitas daerah masing-masing, tetap bersikap netral dalam mengambil kebijakan terhadap semua pasangan calon secara adil dan satara dan jaga netralitas perangkat Pemerintah Daerah maupun Pegawai Negeri Sipil,” pesan Tengku Erry.
Tengku Erry juga berharap Sumut menjadi contoh sebagai daerah yang paling sukses, aman dan lancar serta minim sengketa dalam melaksanakan Pilkada serentak secara nasional. Untuk itu, Pj Bupati dan Pj Wali Kota yang baru saja dilantik diharapkan mendukung pembiayaan lembaga pelaksanaan pilkada dan pihak keamanan di daerah masing-masing.
“Kita mengetahui masih ada daerah yang menambah anggaran pembiayaan pilkada melalui APBD Perubahan. Bagi daerah yang mengalami seperti ini, segera melakukan langkah percepatan pembahasan APBD Perubahan sesuai aturan perundang-undangan karena pilkada sudah di depan mata. Sumut harus menjadi daerah paling aman dalam pilkada serentak nantinya,” pesan Tengku Erry.
Tengku Erry juga menegaskan kepada Pj Bupati dan Wali Kota untuk melanjutkan program pembangunan sesuai perencanaan dan penganggaran yang telah dirumuskan Bupati dan Wali Kota sebelumnya.
“Tanggung jawab Pj Bupati dan Pj Wali Kota merupakan masa transisi. Untuk itu, jangan melakukan perubahan bersifat fundamental sehingga tidak mengganggu berlangsungnya program yang telah dijalankan pejabat sebelumnya,” sebut Tengku Erry. (BS-001)