Beritasumut.com - Banyaknya permasalahan di dunia pendidikan membuat guru di Kota Medan banyak yang menderita. Jangankan mendapat kesejahteraan dari pemerintah, bahkan guru banyak mendapat hambatan saat memberikan ilmu kepada pelajar.
Penderitaan guru di Medan itu diungkapkan Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Kota Medan Partomuan Silitonga saat curhat kepada Calon Wali Kota Medan Nomor urut 2, Ramadhan Pohan, di Rumah Perubahan (posko pemenangan Ramadhan-Eddie), Jalan Gajah Mada, Medan, Selasa (15/9/2015) malam.
Menurut Partomuan, dana sertifikasi yang harusnya diterima setiap tiga bulan sekali sering telat diterima oleh guru swasta. Akibatnya, guru-guru swasta juga beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Wali Kota Medan.
"Kami sudah terlalu sakit dibuat pemerintah. Tahun ini banyak juga guru swasta yang belum menerima dana sertifikasi. Kami tanya kepada Pemko Medan, tapi mereka menjawab dengan berbagai alasan. Ya kami harus demo, agar pejabat mendengar," ujarnya kepada Ramadhan Pohan.
Partomuan juga mengeluhkan carut marutnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah negeri di Medan. Menurutnya, pelanggaran setiap PPDB di sekolah negeri berdampak buruk pada sekolah swasta di Medan.
"Jumlah siswa di sekolah negeri ditambahi kapasitasnya. Mereka mendapat uang setiap siswa yang masuk ke sekolah negeri, padahal sudah melebihi kapasitas. Dan efek samping kepada kami (guru swasta). Kami semua bisa mati andai siswa baru masuk ke negeri semua. Padahal sama-sama mencerdaskan anak bangsa. Ini bisa menghambat kami saat mendidik siswa," jelasnya.
Dia juga bertekad memberikan dukungan kepada Ramadhan Pohan dan Eddie Kusuma (REDI) di Pilkada Medan. Tapi dirinya berharap Ramadhan serius dalam membenahi pendidikan di Medan.
"Kalau bapak memprogramkan perjuangan para guru, kami guru-guru pasti dukung REDI. Terlebih Pak Eddie juga konsentrasi di bidang pendidikan, dia juga membangun sekolah di Medan," pungkas Partomuan.
Menanggapi persoalan itu, Ramadhan mengatakan akan membenahi pendidikan di Kota Medan dengan cara mereformasi birokrasi.
"Kita akan lakukan lelang jabatan. Tidak ada lagi siswa siluman dan permianan di PPDB. Kita sudah cukup muak, dan meilhat protes oranguta murid. Biarkan lah masa lalu di belakang. Kita buat perubahan baru," tegas Ramadhan. (BS-001)