Beritasumut.com - Calon Wali Kota Medan Ramadhan Pohan mengunjungi pengupas kulit udang di Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (10/9/2015).
Tidak sekadar berkunjung, Ramadhan juga sempat ikut mengupasi kulit udang sembari mengobrol dengan ibu-ibu yang berprofesi sebagai pengupas kulit udang.
Bau amis dan banyaknya lalat yang mengerubungi tempat pengupasan kulit udang tidak menyurutkan niat Ramadhan untuk mengupas kulit udang dengan puluhan ibu-ibu yang sendang asyik mengupas kulit udang.
Karena asiknya mengobrol tentang kondisi memperihatinkan warga di Medan Marelan, tidak terasa Ramadhan mengupasi kulit udang hingga satu jam lebih.
Salah seorang pengupas kulit udang, Ibu Asni mengatakan ibu-ibu pengupas kulit udang sebagian besar merupakan istri nelayan.
"Kami ini istri nelayan. Dari pada tidak ada kegiatan, ya lebih baik mengupasi kulit udang. Dari pagi hingga sore kami mengupas kulit udang," ujar Asni kepada Ramadhan di pinggiran Sungai Marelan.
Asni mengaku untuk satu kilogram udang yang dikupas, dia hanya mendapatkan upah sebanyak Rp5.000. Setiap harinya, rata-rata pengupas kulit udang mampu mengupas kulit udang sebanyak tiga kilogram.
"Udang ini milik pengusaha. Ini udang batu, ukurannya kecil-kecil. Nantinya udang ini akan diolah untuk dijadikan bahan-bahan makanan. Satu hari hanya dapat Rp15.000, uang hasil mengupas kulit udang ini untuk sekolah anak kami," ujarnya.
Saat berbincang dengan Ramadhan, Asni sempat curhat mengenai kondisi memperihatinkan keluarga nelayan di Medan Marelan.
Asni mengaku sudah 3 tahun tidak mendapatkan bantuan seperti Raskin dan BLT dari pemerintah. Padahal, kondisi ekonomi keluarga nelayan sangat memperihatinkan.
"Sebagian besar keluarga nelayan disini tidak mendapat Raskin dan BLT dari pemerintah. Untuk mendaftar ke BPJS saja kami tidak mampu. Ikan sekarang sudah sulit didapat, penghasilan nelayan juga sangat kecil," keluh Asni.
Di tempat yang sama, Ramadhan mengatakan warga yang ekonominya rendah memiliki hak untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.
"Kalau warga yang ekonominya rendah tidak memperoleh Raskin dan BLT dari pemerintah pusat, berarti harusnya dapat bantuan dari Pemerintah Kota. Tapi sayangnya warga disini tidak dapat bantuan," jelas Ramadhan kepada para pengupas kulit udang.
Menurut Ramadhan, warga Medan Marelan yang tidak mendapatkan bantuan karena proses pendataan yang dilakukan kurang baik.
"Kita data dengan baik dulu penduduk yang berhak menerima bantuan dari pemerintah. Lalu kita tentukan warga mana saja yang berhak menerima bantuan. Ini tanggung jawab pemerintah untuk mensejahterakan warganya," ujar Ramadhan.
Usai mengupas kulit udang, warga kemudian mengajak Ramadhan berkeliling Sungai Deli dengan menaiki perahu nelayan tradisional. Warga juga memperlihatkan ke Ramadhan tumpukan sampah yang menumpuk di pinggiran sungai. (BS-001)