Beritasumut.com - Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar 9 Desember mendatang di 23 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kabupaten Mandailing Natal (Madina), semakin terasa.
Pilkada yang senantiasa selalu diramaikan dengan tim sukses dan simpatisan pasangan calon tak ayal terkadang berujung pada kampanye hitam (black campaign) terhadap pasangan calon lawan.
Pasangan calon bupati nomor urut 2 Dahlan Hasan Nasution dan pasangan calon bupati nomor urut 3 Saparuddin Haji, menginginkan pilkada damai, karena pilkada damai itu indah.
Terlihat pasangan nomor urut 2 dan nomor urut 3, akur saat melayat salah seorang warga Panyabungan yang meninggal.
Calon Bupati Nomor Urut 3 Saparuddin Haji saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (10/9/2015) mengatakan, dalam kancah politik khususnya untuk mengambil hati masyarakat tidak harus selalu dilakukan kampanye hitam (black campaign) untuk menjatuhkan lawan. Pilkada yang damai akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
“Dalam berpolitik juga ada etika yang baik, jadi apabila ada etika yang baik, mengapa kita harus memberikan contoh kepada masyarakat memakai yang tidak baik," ujar Saparuddin Haji yang akrab disapa Akong.
Seharusnya lanjut Akong, sesama calon saling menghargai satu sama yang lain. Karena, para calon yang akan berlomba merebut hati masyarakat memberikan contoh yang baik, bukan saling sikut ataupun menelurkan fitnah terhadap calon lain.
“Mari kita sesama calon, menunjukkan kepada masyarakat program-program apa yang akan kita laksanakan nanti apabila kita diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi pemimpin di Bumi Gordang Sambilan yang lebih di kenal sebagai kota santri dan Serambi Makkahnya Sumatera Utara ini. Pilkada damai itu indah," sebut Akong.
Hal senada dikatakan Calon Bupati Nomor Urut 2 yang saat ini juga menjabat sebagai Bupati Madina (incumbent), Dahlan Hasan Nasution. Dalam sebuah kompetisi itu sudah biasa ada yang kalah dan ada yang menang. Jadi apapun nanti hasilnya, harus lapang hati menerimanya.
"Mari sama-sama kita saling menjual program unggulan kita kepada masyarakat. Mari kita bersama-sama mencerdaskan cara berpolitik masyarakat dan biarkan masyarakat sendiri yang menentukan pilihan, tidak perlu ada kampanye hitam (black campaign), karena saya yakin masyarakat Madina sudah pintar," ujar Dahlan.
Dahlan menambahkan, sebuah kompetisi ini tidak memikirkan kalah atau menang melainkan sebuah perjuangan. Jadi tidak perlu ada kampanye hitam, sikut menyikut antar sesama calon yang berujung kepada fitnah.
“Seperti kata adinda Saparuddin Haji, pilkada damai itu indah,” pungkasnya. (BS-026)