Beritasumut.com - Warga pinggir rel kereta api kawasan Jalan Asrama, Medan, mendatangi Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (7/9/2015). Mereka meminta bantuan dari wakil rakyat itu untuk menuntaskan persoalan yang dihadapi warga karena rumah yang mereka tinggali selama ini sebagian telah digusur dan yang lainnya menunggu digusur.Warga datang dengan menggunakan sejumlah angkutan kota. Mereka juga membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka. Bahkan, massa yang didominasi kaum ibu ini memblokir gerbang utama gedung DPRD Sumut.Setelah berorasi, DPRD Sumut menerima perwakilan massa di dalam gedung. DPRD melalui Komisi A yang membidangi pemerintahan dan pertanahan menerima perwakilan warga sementara yang lainnya menunggu hasil pertemuan di depan pintu gerbang gedung DPRD Sumut. Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia Sumatera Bagian Utara, menggusur puluhan rumah warga di pinggir rel kereta api, Jalan Asrama, Rabu (2/9/2015) siang. Puluhan warga yang rumahnya digusur sempat cekcok dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan pegawai PT KAI. Namun, warga tidak berdaya karena dalam penertiban ini, PT KAI menurunkan banyak aparat termasuk dari TNI.Seorang warga, Sinaga mengatakan, puluhan warga sepakat menolak penertiban karena surat penggusuran baru diterima pada Senin (1/9/2015) malam. Akibatnya, warga belum sempat memindahkan barang-barang. (BS-001)