Beritasumut.com - Dari 153 unit pengajuan proposal pembangkit listrik mini hidro dengan total energi listrik 1.053 mega watt (MW) yang akan dibangun di Sumatera Utara (Sumut), hingga kini hanya baru 4 unit dengan total daya 28,3 MW yang beroperasi.
Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi meminta para pengusaha tidak asal mengajukan izin namun tidak miliki kesiapan finansial untuk berinvestasi.
Hal itu ditekankan Plt Gubernur saat menerima audiensi rombongan PT Batang Gadis Hidro Energi di ruang kerja Plt Gubernur Lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No 30, Medan, Rabu (2/9/2015). Rombongan PT Batang Gadis Hidro Energi yang hadir dipimpin Direktur W Siregar, Direktur Teknik Markus Straubb, anggota Sutan Irwansyah, Irman, Tumpal dan Azmi Juli. Sedangkan Plt Gubernur didampingi Kadis Pertambangan dan Energi Eddy Salim, Kepala BPPT Sarmadan Hasibuan, mewakili Kepala BPMP Irwan Effendy dan Mimim Rangkuty.
Plt Gubernur menjelaskan, di Sumut saat ini untuk pembangkit listrik mini hidro ada sebanyak 153 unit yang mengajukan proposal dengan total energi listrik 1.053 MW. Dari 153 unit proposal tersebut baru empat unit yang baru dengan total daya 28,3 MW. Sedangkan dalam proses kontruksi sebanyak 12 unit dengan total daya 100 MW.
Selain itu, terdapat 14 unit dengan total daya 151 MW yang masuk dalam tahapan proses jual beli dengan PLN (PPA) namun belum masuk tahapan konstruksi. Selanjutnya, sebanyak 20 unit dengan total daya 138 MW sedang dalam proses PPA dan pengurusan izin dari menteri BUMN, serta 84 unit dengan total daya 634 MW masih dalam tahapan pengajuan proposal.
Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur mengingatkan kepada PT Batang Gadis Hidro Energi yang ingin membangun pembangkit listrik di Sumut tidak hanya menjual paper atau izin membangun dari Menteri BUMN. Karena menurutnya telah ada beberapa perusahaan yang telah mendapat izin, setelah dua tahun keluar izin namun pembangunan tidak selesai. "Bahkan ada yang menjual izin tersebut," ujarnya.
Plt Gubernur juga menyampaikan para pengusaha yang ingin membangun pembangkit listrik agar benar-benar menyiapkan berbagai hal seperti finansial, teknis dan kondisi lapangan dan hal-hal yang berkaitan dengan proyek tersebut.
"Pemprov Sumut sebatas memberikan rekomendasi. Utamanya kesiapan dari pengusaha, terutama finansialnya," sebut Plt Gubernur.
Pembangunan pembangkit listrik tentunya sangat diharapkan dalam memenuhi kebutuhan pasokan listrik Sumut yang saat ini masih dalam kondisi krisis. Oleh karenanya Plt Gubernur meminta perusahaan yang sudah mendapatkan izin dapat benar-benar melaksanakan pembangunan sehingga akan sangat membantu dalam mengatasi krisis energi listrik yang ada di Sumut.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyambut baik rencana PT Batang Gadis Hidro Energi, bila pengusaha komit untuk benar-benar membantu mengatasi krisis listrik di Sumut.
Sementara Direktur PT Batang Gadis Hidro Energi menyampaikan keinginannya untuk membangun pembangkit listrik tenaga mini hidro yang tujuannya ingin membantu mengatasi krisis energi listrik di Sumut.
Diakuinya banyak perusahaan yang sudah mendapatkan izin namun abai melakukan pembangunan akibat berbagai kendala seperti masalah perizinan, masalah pembebasan lahan dan masalah pembiayaan dan sebagainya.
Oleh karenanya pihaknya ingin meminta petunjuk dan saran dari Pemprov Sumut agar proses pembangunan pembangkit listrik di Sumut dapat dengan cepat direalisasikan.
"Mohon dukungan dari Pemprov Sumut agar proses pembangunan pembangkit listrik di Sumut cepat berjalan," ujarnya. (BS-001)