Beritasumut.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono pimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Pangdam I Bukit Barisan dari Letjen Edy Rahmayadi kepada Mayjen Lodewyjk Pusung, di Aula Jenderal Besar AH Nasution Mabesad, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2015).
Pada acara yang sama, KSAD juga memimpin sertijab Pangdam III Siliwangi dari Mayjen Dedi Kusnadi Thamim kepada Mayjen Hadi Prasojo, Pangdam XVII Cenderawasih dari Mayjen Fransen G Siahaan kepada Mayjen Hinsa Siburian, dan Dirbekangad dari Brigjen Pasenga Talilah kepada Kolonel Cba Taat Agus Budianto.
Seperti dilansir situs resmi TNI AD, KSAD dalam amanatnya menyampaikan bahwa TNI AD sebagai bagian dari subsistem TNI dan Kementerian Pertahanan RI, akan terus membantu tugas pemerintahan di daerah, sesuai dengan amanah konstitusi melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Beberapa kasus yang terjadi di berbagai wilayah akhir-akhir ini, seperti persoalan sosial di Tolikara, Papua, konflik antara prajurit TNI dan Polri di beberapa wilayah, hingga persoalan atribut dan gambar palu arit PKI di Pamekasan, Madura, mengindikasikan masih banyaknya potensi permasalahan yang sewaktu-waktu dapat mengganggu stabilitas nasional.
“Saya berkewajiban untuk mengingatkan kepada Pangdam agar terus mewaspadai setiap dinamika perkembangan situasi yang terjadi di wilayahnya secara arif dan bijaksana ,” tegas KSAD.
Pangdam agar tidak perlu ragu-ragu dalam bertindak, sesuai dengan lingkup tugas dan kewenangannya di daerah, guna menjaga dan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan di wilayah tanah air.
Tidak lupa juga KSAD mengingatkan kepada Dirbekangad yang baru, agar pengadaan dan pendistribusian bekal kepada satuan jajaran TNI AD dapat dilaksanakan dengan tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat sasaran, sehingga satuan-satuan yang menerima dukungan bekal tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
“Jadikan kehadiran anda sebagai solusi dan lakukan yang terbaik untuk pengabdian kepada kesatuan, Bangsa dan Negara,” ungkap Jenderal Mulyono. (BS-001)