Beritasumut.com - Tingginya harga Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap nilai tukar Rupiah diyakini tidak akan mempengaruhi dukungan masyarakat kepada calon kepala daerah yang diusung oleh PDI Perjuangan sebagai partai pemerintah.
Demikian dikatakan Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menjawab wartawan di sela Rapat Koordinasi Pemenangan Pilkada Serentak Tahun 2015 PDI Perjuangan Sumatera Utara di Medan, Sabtu (22/8/2015).
Sebagaimana diketahui bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS saat ini hampir mendekati angka Rp14.000 per Dollar AS.
PDI Perjuangan sebagai partai pemerintah dan partai pengusung Presiden Jokowi yakin dengan tingginya harga dolar tersebut tidak akan mempengaruhi para pemilihnya untuk mendukung calon yang diusung oleh PDI Perjuangan pada pilkada serentak nanti.
"Kami punya keyakinan, dimana di dalam komunitas PDI Perjuangan ada yang namanya pemilih tradisional. Biar gepeng asal banteng, apapun yang terjadi mereka tetap memilih PDI Perjuangan dan mendukung calon yang diusung PDI Perjuangan," kata Trimedya.
Menurut Trimedya, dari hasil survei terakhir bahwa persepsi publik terhadap Pemerintahan Jokowi tidak anjlok seiring dengan naiknya harga Dolar AS.
Karena di sektor lain, ungkap Trimedya, seperti sektor hukum, sektor keamanan di Pemerintahan Jokowi ini relatif baik.
"Jika di ekonomi terjadi seperti itu, tentunya banyak faktor," kata Trimedya.
Sebagai partai pemerintah, kata Trimedya, PDI Perjuangan tetap mendorong Pemerintahan Jokowi bisa cepat memulihkan perekonomian.
Dengan kondisi Dolar AS saat ini, sebut Trimedya, tidak akan terpengaruh terhadap calon kepala daerah yang diusung oleh PDI Perjuangan pada pilkada serentak nanti. (BS-034)