Rapat Pembahasan P-APBD Medan 2015, Kaban Pemberdayaan Masyarakat Dicecar Dewan

Redaksi - Rabu, 19 Agustus 2015 18:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082015/beritasumut_Rapat-Pembahasan-P-APBD-Medan-2015--Kaban-Pemberdayaan-Masyarakat-Dicecar-Dewan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi.

Beritasumut.com - Kepala Badan (Kaban) Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan Damikrot Harahap dicecar pertanyaan dari sejumlah anggota komisi B DPRD Medan. Damikrot tidak sanggup menjawab pertanyaan dewan terkait penggunaan anggaran sebesar Rp8 miliar di SKPD yang dipimpinnya saat rapat pembahasan P-APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2015 di Ruangan Komisi B DPRD, Rabu (19/8/2015).

 

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Medan Irsal Fikri ini sedikit tegang. Anggota Komisi B Beston Sinaga menuding Damikrot tidak menguasai anggaran. Bahkan Beston meminta agar Kaban Damikrot dapat menjelaskan program dan penggunaan anggaran. Dewan juga mendesak agar penambahan anggaran Rp360 juta supaya diuraikan.

 

Beston menilai telah terjadi pemborosan dan penggunaan anggaran tidak efektif. Menurutnya, anggaran yang sudah dialokasikan hendaknya digunakan  seperlunya. 

“Di laporan ini ada belanja langsung yang tidak dilakukan, boro-boro mau ditambah, ini saja tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pak Kaban sendiri tak mampu memberikan penjelasan, jadi apa yang mau kita bahas,” ujar Beston.

 

Ditambahkan Beston, seharusnya Kaban menguasai penggunaan anggaran, berapa yang sudah dianggarkan dan berapa yang ditambah. Begitu juga program yang akan dilakukan serta penambahan anggaran harus jelas dan patut dipaparkan. 

“Program Bapak apa' Sehingga kita dapat membahas mana yang prioritas untuk ditambah dan yang perlu didorong. Jadi apalah yang perlu kita bahas saat ini. Program bapak sendiri saja bapak tak tahu,” tegas politisi PKPI ini.

 

Selain itu, Beston menyayangkan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan hanya mampu menjalankan program jalan-jalan ke Berastagi. 

“Hendaknya menggunakan anggaran itu dilakukan menyentuh masyarakat kecil. Mengawasi anggaran adalah fungsi dewan, seharusnya kita bersinerji menjalankan program. Kami saja siap dikritik ketika menggunakan anggaran kunker ke luar kota,” terang Beston.

    

Mendapat pertanyaan Beston, Damikrot tampak gugup dan bolak balik diskusi dan bertanya kepada stafnya Alboin Tamba yang duduk disampingnya. “Untuk sementara ini belum bisa kita jelaskan Pak,” jawab Damikrot.

 

Melihat situasai rapat serta ketidakmampuan Damikrot menjelaskan penggunaan anggaran dan program, Anggota Komisi B lainnya, M Yusuf, merasa terpancing dan melontarkan pertanyaan. 

“Apa konsep ini bukan ide Pak Kaban, atau copy paste dari Tim Anggaran Pemko Medan, sehingga Pak Kaban tak tahu memberikan penjelasan,” tanya Yusuf ke Damikrot dengan nada tinggi. Lalu Damikrot menjawab semua itu memang hasil akumulasi usulan dan hasil musrenbang lalu. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Pemko Medan Harus Bentuk Tim Perangi Vaksin Palsu

Berita

Prof Munar Lubis:Vaksin Asli atau Palsu Bisa Dilihat dari Serumnya

Berita

Korban Akibat Vaksin Palsu di Sumut Belum Ada

Berita

Dinkes Medan Imbau Dokter Pribadi dan Klinik Tidak Sembarangan Beli Vaksin

Berita

Tahun 2014, BBPOM Medan Temukan Empat Kasus Vaksin Palsu

Berita

BBPOM Medan terus Lakukan Penelusuran Vaksin Palsu