Beritasumut.com - Relawan Sahabat Bang Eldin dan Akhyar (Sabar) resmi dideklarasikan di Restoran Istana Koki, Jalan Cik Ditiro, Medan, Selasa (18/8/2015).
Sabar didirikan oleh kelompok masyarakat lintas etnis yang ada di Kota Medan.
Adapun pengurus Relawan Sabar, Ketua Benyamin Winata, Wakil Ketua Tangsi Sembiring, Sekretaris Nurdin Effendi, Wakil Sekretaris Andika Nasution, Bendahara Andyan R Nasution, Wakil Bendahara Sarah Apriani.
Sementara Dewan Pelindung yakni Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution, Dewan Pembina Perry Iskandar Goh Kiet Tie, Zahir, Rudy Arif, Iskandar ST, Tjong Poh Bun dan Timur Panjaitan.
Dalam sambutannya, Benyamin mengatakan, relawan ini dibentuk atas kesadaran mereka sendiri dalam diskusi yang digelar oleh mereka beberapa waktu lalu. Relawan ini sendiri menurutnya berasal dari masyarakat lintas partai, agama, etnis dan ormas.
"Relawan kita adalah relawan dari lintas agama, etnis, dan ormas. Kita siap berada di garda terdepan mengawal jalan sukses untuk Benar (Bang Eldin-Akhyar)," katanya.
Pada kesempatan yang sama, sejumlah tokoh dari pemuka agama, etnis dan pengusaha diberikan kesempatan menyampaikan orasi politiknya di hadapan relawan Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution.
Seorang pemuka agama Budha, Sutopo menyampaikan dirinya bergabung dengan relawan karena melihat sosok Dzulmi Eldin yang sukses mempertahankan kerukunan antarumat beragama di Medan. Kesediaannya untuk tetap meluangkan waktu menghadiri kegiatan-kegiatan keagamaan lintas agama menjadi satu bentuk komitmen untuk menjalankan pemerintahan tanpa membedakan agama. Kondisi ini yang menurutnya harus terus dijunjung di Medan selaku kota paling pluralis di Indonesia.
"Pemahaman kerukunan sangat dinamis dan itu bisa menjadi api dalam sekam jika tidak mampu dikendalikan oleh pemimpin," ujarnya.
Sementara itu perwakilan pengusaha, Rusmin Lawin menyebutkan iklim dunia usaha di Medan menjadi hal yang harus tetap menjadi perhatian utama pemimpin Medan ke depan. Sebagai kota terbesar di Sumatera, Medan merupakan kota yang memiliki potensi luar biasa untuk mensejahterakan masyarakat. Ia yakin, Eldin sudah berpengalaman dalam menjaga iklim dunia usaha di Medan dengan berbagai program yang sudah dicanangkan selama kepemimpinannya.
"Beliau (Eldin) itu orang yang ikhlas dalam membuat program. Salah satu gagasannya yakni pembangunan Water Front City untuk membantu kesejahteraan masyarakat di Medan Utara. Program yang pastinya akan membuat geliat perekonomian di kota ini semakin maju," ungkapnya.
Dalam ikrar yang dibacakan Wakil Ketua Relawan Sabar Tangsi Sembiring, relawan ini berjanji akan bekerja sekuat tenaga untuk memenangkan pasangan Eldin-Akhyar di Pilkada Medan 2015. Mereka memastikan dukungan tersebut murni muncul atas dasar keikhalasan untuk memenangkan pemimpin terbaik di Medan.
Dewan Pembina Relawan Sabar Iskandar ST mengatakan kinerja relawan yang militan menjadi salah satu faktor penentu kemenangan bagi pemimpin. Hal ini disampaikannya berkaca dari pengalamannya saat bergabung dalam relawan untuk memenangkan Jokowi-JK di Pilpres 2014 lalu.
"Kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kinerja partai, tapi juga militansi relawan yang siap bekerja tanpa pamrih, tanpa dibayar," ungkapnya.
Menutup pidato politik sejumlah pendukung, Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution menyambut dengan baik munculnya inisiatif untuk membentuk relawan yang akan mendukung pada pertarungan di Pilkada Medan 2015. Ia mengakui masukan dari berbagai pihak melalui relawan akan sangat bermanfaat bagi mereka untuk menentukan program yang akan menjadi priorias demi kesejahteraan masyarakat.
"Medan yang merupakan Rumah Kita harus diisi dengan visi misi bersama yang memberikan manfaat bagi kesejahteraan kita bersama," sebutnya.
Eldin menyampaikan, pada perjalanan membangun Medan, ada beberapa hal yang menjadi catatan. Pertama, Kota Medan merupakan Ibu Kota Provinsi Sumut dan masuk dalam pengembangan kota besar. Sehingga, perlu koordinasi kuat untuk mendapatkan anggaran dalam pembangunan kota.
"Arah pembangunan Kota Medan sangat bergantung kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Inilah sumber kunci arah pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Insya Allah, pada 2016 Kota Medan sudah mendapatkan dua fly over dan satu under pass. Tahun ini, kajian untuk pembangunannya sudah tuntas. Termasuk Water Front City, pada 2016 sudah ada investor masuk ke Kota Medan," sebutnya. (BS-001)