Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, reshuffle kabinet yang dilakukannya pada Rabu (12/8/2015) kemarin, merupakan jembatan untuk memenuhi janjinya kepada rakyat.
“Perombakan kabinet adalah sebaik-baiknya jembatan untuk memenuhi janji saya pada rakyat. Ayo kerja,” kata Jokowi melalui akun twitternya @jokowi, yang diunggah pada Rabu (12/8/2015) malam.
Sebelumnya melalui fan page facebooknya, Presiden menyampaikan, bahwa perombakan kabinet yang ditunggu-tunggu masyarakat sudah ia putuskan.
Ada enam posisi Menteri dan pejabat setingkat Menteri yang ia ganti, diantaranya empat nama baru dan dua nama yang ditugaskan dalam posisi baru.
“Keputusan ini saya ambil sebagai respon atas keadaan ekonomi dalam negeri yang dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi global,” kata Jokowi, seperti dilansir situs resmi Setkab RI, Kamis (13/8/2015).
Presiden menegaskan, perlambatan perekonomian membutuhkan kecepatan dan kapasitas adaptasi dalam menangani permasalahan yang terjadi.
Jokowi juga menyebutkan, bahwa perombakan kabinet ini juga sebagai bagian langkah memperkuat sinergi dan koordinasi lintas Kementerian.
“Saya yakin keputusan yang saya ambil berdasarkan masukan masyarakat ini akan mempercepat program prioritas pembangunan untuk menyejahterakan rakyat,” ujar Presiden.
Diberitakan sebelumnya, Jokowi melakukan pergantian dan pergeseran menteri Kabinet Kerja dan pejabat setingkat menteri, dan langsung melantiknya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2015) siang.
Para menteri dan pejabat setingkat yang diganti itu adalah Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.
Selanjutnya para menteri dan pejabat setingkat menteri yang dilantik Presiden Jokowi adalah, Menko Perekonomian Darmin Nasution, . Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil. (BS-001)