Ngadu, Warga Menangis di DPRD Medan

Redaksi - Kamis, 06 Agustus 2015 20:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082015/beritasumut_Ngadu--Warga-Menangis-di-DPRD-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Istimewa
Irwansyah Rajab dan keluarganya.

Beritasumut.com - Irwansyah Rajab bersama istrinya Habsah dan tiga orang anaknya masih kecil menangis di kantor DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Kamis (6/8/2015). Keluarga ini mengadu ke Komisi A DPRD Medan terkait kasus penganiayaan dan pengrusakan rumah yang menimpa mereka, namun tak ada satu pun anggota dewan yang menerima. Satu jam kemudian, barulah salah seorang anggota dewan muncul.

 

Informasi yang didapat wartawan, para anggota DPRD Medan sedang pelesiran ke luar kota dengan dalih kunjungan kerja. Sejumlah anggota dewan yang tergabung dalam Badan Musyawarah (Banmus) dikabarkan sedang berada di Jakarta. Sedangkan Komisi C kunker ke Bukit Tinggi dan anggota dewan lainnya bimtek.

 

Tak heran, gedung DPRD Medan yang dibangun seharga Rp90 miliar ini, kerap kosong kegiatan. Anggota dewan tampaknya lebih memilih membuat jadwal ke luar daerah.

 

Warga yang mengadu Irwansyah Rajab beralamat di Jalan Platina Raya No 108, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli mengaku, kedatangan mereka ke DPRD Medan ingin meminta perlidungan keamanan terhadap keluarganya yang terus diteror oknum tak bertanggung jawab.

 

Menurut Irwansyah, pada 1 Agustus lalu, sekelompok orang yang diduga suruhan oknum tertentu mendatangi rumahnya. Pada saat itu, beberapa oknum tadi mendobrak pintu rumahnya sekaligus melakukan pengrusakan serta mengusir mereka. Bahkan, Irwansyah mengaku dianiaya hingga pingsan oleh oknum tersebut seraya menunjuk-nunjukkan senjata api.

 

Hingga saat ini kata Irwansyah didampingi istrinya Habsah, mereka selalu diteror dan dipaksa segera hengkang dari rumah warisan orang tuanya itu. Untuk itulah kata Irwansyah mereka datang mengadu ke wakil rakyat agar dapat memfasilitasi jaminan keamanan dari pihak Kepolisian.

 

"Kami tak berani pulang, biar kami nginap di kantor dewan ini, sebelum ada jaminan keamanan. Kasihan anak-anak masih kecil, trauma bapaknya diancam tembak," urai Habsah berurai air mata.

 

Masih menurut Irwansyah, adapun kronologis kejadian, ada oknum yang mengaku telah membeli rumah orang tuanya sejak Tahun 2010. Namun, Irwansyah mengaku selaku anak sah orang tuanya yang sudah meninggal tidak mengetahui persis penjualan rumah dimaksud.

 

Maka dengan itu, Irwansayah berusaha menempuh jalur hukum dan berharap pengaduan terkait penganiayaan dan pengrusakan ke Polsek Medan Labuhan supaya segera ditindaklanjuti. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Mobil Digelapkan Kades, Wiwid Menangis di Polsek Patumbak

Berita

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Berita

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Berita

Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara

Berita

Lapak Terbakar, Pedagang Aksara Jualan di Pinggir Jalan

Berita

Anggota Komisi C DPRD Medan Setuju Pembentukan Pansus Aksara