Ini Hasil Pembicaraan Bilateral Jokowi dan Presiden Turki

Redaksi - Sabtu, 01 Agustus 2015 20:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082015/beritasumut_Ini-Hasil-Pembicaraan-Bilateral-Jokowi-dan-Presiden-Turki.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Setkab
Presiden Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam konferensi pers bersama, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2015) sore.

Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, selain membahas beberapa isu-isu dunia yang berkaitan dengan terorisme dan situasi di Timur Tengah, pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia yang dipimpinnya langsung dengan delegasi Pemerintah Turki yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan lebih menitikberatkan kepada bidang ekonomi.

"Tadi kita sudah sepakat akan adanya hambatan-hambatan perdagangan yang ada ini bisa segera diselesaikan," kata Jokowi dalam keterangan pers bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2015) sore, sebagaimana dilansir situs resmi Setkab RI.

Menurut Presiden, yang berkaitan dengan hambatan free trade agreement yang belum kita punyai, tadi sudah disampaikan targetnya tahun ini bisa diselesaikan. Juga birokrasi, ini juga akan nanti segera dibicarakan.

Kemudian kerja sama-kerja sama baik di bidang industri perawatan militer, industri pembuatan kapal-kapal kecil, lanjut Jokowi, akan segera dikonkritkan. "Juga pembangkit listrik tenaga gas, ini juga segera ingin kita konkritkan," imbuhnya.

Menurut Presiden, pembicaraan bilateral antara kedua negara juga menyetujui akan segera adanya penerbangan langsung dari Turki ke Kuala Lumpur, kemudian ke Jakarta, dan menuju ke Denpasar.

"Ini dalam rangka untuk meningkatkan turisme dan juga untuk angkutan penumpang dan kargo dari Turki ke Indonesia dari Indonesia ke Turki," jelas Jokowi.

Selain itu, pembicaraan bilateral kedua negara juga menyepakati agar joint commission, terutama di bidang ekonomi segera bertemu pada tahun ini untuk mengeksplorasi potensi-potensi yang ada agar bisa ditingkatkan lebih baik lagi antara Indonesia dan Turki.

Terkait dengan terorisme, Jokowi kepada wartawan mengatakan, pemerintah Indonesia telah meminta agar ada kerja sama intelijen, kerja sama informasi, dan juga akan ditempatkan di perbatasan Turki-Suriah.

"Kita minta untuk ada nanti yang kita tempatkan di sana. Ya dari aparat kita, aparat intelijen. Untuk juga agar tukar menukar informasi dan intelijen ini betul-betul bisa kita lakukan," terang Presiden.

Soal free trade mana sih yang baru? "Ini masih dalam proses dan kita targetkan akhir tahun ini akan kita rampungkan. Tetapi kalau kita melihat dari sisi competitiveness/dari sisi daya saing, saya kira barang-barang kita mempunyai kemampuan untuk masuk kesana. Oleh sebab itu, nanti kan harus diseleksi mana produk yang siap, mana yang belum siap. Itulah proses dalam rangka free trade agreement," jelas Jokowi. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Presiden Prabowo dan Presiden Xi Saksikan Penandatanganan Sejumlah Kesepakatan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

Berita

Menhan Sjafrie Menerima Dubes China Wang, Sepakati Peningkatan Hubungan Bilateral

Berita

Terima Kunjungan Menlu Malaysia, Presiden Jokowi Bahas Isu Bilateral hingga Internasional

Berita

Indonesia dan Tanzania Sepakat Perkuat Kerja Sama di Sejumlah Bidang

Berita

Bahas Kerja Sama Bilateral, Kepala Bakamla RI Terima Kunjungan US Naval Attache

Berita

Indonesia-Filipina Perkuat Hubungan Kerja Sama Bilateral di Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik