Pemerintah Alihkan DAK Rp2 Triliun Untuk Hadapi Kekeringan

Redaksi - Sabtu, 01 Agustus 2015 19:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082015/beritasumut_Pemerintah-Alihkan-DAK-Rp2-Triliun-Untuk-Hadapi-Kekeringan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Setkab
Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo didampingi Menteri LHK, dan Kepala BMKG menyampaikan keterangan pers, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (31/7/2015).

Beritasumut.com - Pemerintah memandang serius ancaman kekeringan sebagai dampak El Nino yang akan menguat mulai Agustus, September, Oktober, hingga November mendatang. Pemerintah akan mengalihkan anggaran alokasi khusus APBN sebesar Rp2 triliun, yang akan digunakan untuk pembuatan embung-embung di daerah. Juga disediakan 20 ribu pompa air dan persediaan sumur dangkal.

"Jadi, El Nino dilaporkan ada kemarau panjang, gagal panen, kebakaran hutan dan lahan,kelangkaan air namun di beberapa  tempat justru ikan melimpah. Dilaporkan oleh Menteri Pertanian akan ada sekitar 222 hektar pengelolaan sawah yang 8.1 juta di antaranya terdampak," ujar Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo dalam jumpa pers seusai rapat terbatas yang membahas masalah kemarau panjang, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (31/7/2015) sore, sebagaimana dilansir situs resmi Setkab RI.

Menko Kemaritiman yang didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Ekasatya mengemukakan, sampai 30 Juli 2015, dari 16 waduk utama di tanah air, sebanyak delapan waduk masih dalam kondisi normal, dan lima waduk mengalami defisit air.

"Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, masalah yang di waduk cukup besar, tidak masalah di waduk, tapi masalah kurangnya debit air," kata Indroyono.

Adapun mengenai cadangan pangan, menurut Menko Kemaritiman, saat ini Bulog membuat kajian dengan sasaran bahwa pada bulan Oktober ini diharapkan posisi cadangan bisa mencapai 2.5 jt ton. "Ini akan terus dipantau," ujarnya.

Menurut Indroyono, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  akan mengadakan kegiatan pembuangan air dari udara. Untuk itu, pemerintah mengundang partisipasi internasional untuk mengadakan upaya penindakan kebakaran hutan, dan juga upaya -upaya penindakan para pembakar hutan dan lahan.

Sementara  Kementerian PUPR  memberikan jaminan bahwa waduk-waduk yang besar kondisinya masih normal, dan siap mengerahkan 71ribu unit pompa air tanah untuk wilayah-wilayah yang membutuhkan penyediaan air bersih.

Sekiranya  diperlukan  bantuan, lanjut Menko Kemaritiman, TNI akan mengupayakan upaya-upaya pemadaman kebakaran hutan, dengan pesawat herkules, helikopter, dan juga pembuatan sistem kimia retardan untuk disasarkan kepada wilayah-wilayah yang mengalami kebakaran lahan dan hutan.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, terkait perkiraan El Ninodi kebakaran hutan dan lahan, mungkin kita terpaksa mencari jalan untuk  substitusi air.

Siti Nurbaya menyebutkan, pada beberapa daerah untuk pemadaman api, air mengalami kesulitan. "Tadi kami sudah melapor Bapak Presiden,  minta pengarahan untuk uji coba dengan kimia. Jadi absorgen oksigen,  Kalau bahan kimianya  dijatuhkan maka apinya mati. Karena dia menyerap oksigen, berarti apinya ngga ada lagi," katanya.

Penggunaan bahan kimia itu, menurut Siti, bisa dilakukan dengan dukungan TNI melalui pemda. Namun diakuinya, jika hal ini memang harus diuji coba dulu.

"Kita punya waktu, karena perkiraan El Nino ini akan sampai bulan Oktober, November," jelas Siti.

Alternatif  kedua, lanjut Menteri LHK, kita akan menggunakan media jel atau Jelly Pack, yang akan diuji coba dulu di Taman Nasional Bromo, Tengger, sekitar Malang, Pasuruan.

"Jadi kita harus coba juga," jelas Siti.

Menurut Menteri LHK, yang paling efektif adalah menggunakan water bombing. Ditimpa pakai air. Tapi sekarang, lanjut Menteri, kita ingin intensifkan bukan hanya dijatuhkan airnya tapi juga ada energinya. "Jadi pakai air track. Ditekan. Jadi apinya betul-berul mati," terangnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Pasar Murah Imlek 2026 di Medan, Pemkot Hadir Bantu Warga Jelang Perayaan Tahun Baru Tionghoa

Berita

Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Berita

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih dan Pemanfaatan Sumber Daya Secara Bijak

Berita

Sekda Langkat Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Digitalisasi Pemerintahan

Berita

KemenPAN-RB dan Komdigi Kolaborasi Wujudkan Pemerintah Digital

Berita

Presiden Prabowo Tegaskan Kontinuitas Pemerintahan Kunci Pembangunan Nasional