Beritasumut.com - Dalam mendukung kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan di Desa Hapung, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padanglawas (Palas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Palas melalui Dinas Kesehatan melaksanakan pengobatan gratis dan penyuluhan Pola Hidup Sehat dan Bersih, dan HIV/AIDS. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Rabu-Kamis (6-7/5/2015).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Kabupaten Palas Leli Ramayulis menyampaikan, dalam kegiatan pengobatan gratis tersebut, pasien yang banyak adalah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas yang biasa disebut ISPA, penderita gastritis yaitu peradangan pada dinding lambung, dan sakit pada sendi.
"Pasien yang paling banyak adalah ISPA, gastritis, dan sakit pada sendi," kata Leli Ramayulis dalam keterangannya kepada beritasumut.com diruangannya, Rabu (14/5/2015).
Kadis Leli Ramayulis didampingi stafnya Iskandar Harahap menerangkan, ISPA adalah terjadinya infeksi yang parah pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini.
Kondisi ini menyebabkan fungsi pernapasan menjadi terganggu. Jika tidak segera ditangani, ISPA dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan tubuh. Tubuh tidak bisa mendapatkan cukup oksigen karena infeksi yang terjadi dan kondisi ini bisa berakibat fatal, bahkan mungkin mematikan. ISPA harus dianggap sebagai kondisi darurat.
Lanjutnya, jika mencurigai terjadinya serangan ISPA, segera cari bantuan medis yang tersedia yakni bidan desa, dokter, dibawa ke puskesmas. Adapun gejala ISPA antara lain hidung tersumbat atau berair, Para-paru terasa terhambat, batuk-batuk dan tenggorokan terasa sakit, kerap merasa kelelahan, dan tubuh merasa sakit.
Kemudian Leli Ramayulis juga menerang sedikit mengenai gastritis. Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung. Dilihat dari waktu terjadinya, gastritis dibagi menjadi dua, yaitu gastritis akut atau muncul secara mendadak dan cepat reda, dan gastritis kronis atau terjadi secara perlahan dan berlangsung lama.
Kemudian penderita gastritis, gejalanya bisa muncul adalah berupa rasa nyeri atau ngilu pada perut bagian atas, mual, muntah, serta kehilangan nafsu makan. Dan pada kasus gastritis yang terbilang parah, yaitu akibat terjadinya pengikisan dan pendarahan pada lapisan lambung. Gejala yang timbul bisa berupa tinja berwarna merah atau hitam dan muntah darah.
"Segera lakukan pengobatan ke puskesmas terdekat, karena penderita gastritis karena sebagian besar kondisi ini dapat sembuh dengan cepat setelah diobati. Namun sebaliknya jika gastritis dibiarkan, maka dalam jangka panjang dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi seperti tukak lambung, pendarahan hebat dan kanker lambung," tutupnya. (BS-031)