Beritasumut.com - DPD II Partai Golkar Mandailing Natal (Madina) melakukan rapat revitalisasi komposisi kepengurusan di Kantor DPD II Golkar Madina, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Jumat (24/4/2015) sore. Rapat pleno dihadiri Pengurus DPD II Golkar Madina, dan Pengurus DPD I Golkar Sumatera Utara (Sumut).Ketua DPD II Partai Golkar Madina As Imran Khaitamy Daulay menyampaikan revitalisasi kepengurusan DPD II Partai Golkar Madina dilaksanakan sesuai surat instruksi DPD I Golkar Sumut Nomor: 28/GK-SU/IV/2015 Tanggal 14 April 2015, karena adanya kader Golkar yang tidak mengakui kepengurusan ARB."Kita di Kabupaten Madina masih mengakui kepengurusan Golkar di DPP ARB sebagi Ketua Umum, Idrus Marham Sekjen, dan di Sumut Ajib Shah sebagai Ketua, di DPD II Madina As Imran Khaitamy Daulay Ketua dan Sekretaris Erwin Efendi Nasution," katanya.Ditambahkannya, pihaknya sudah membentuk tim formatur 7 orang pengurus DPD II dan sayap partai untuk merevitalisasi pengurus. Karena dalam rapat pleno tersebut, diambil kesimpulan untuk melakukan revitalisasi terlebih dahulu dibentuk tim. Pasalnya, kader Golkar yang mengakui kepengurusan Agung Laksono belum positif diketahui siapa-siapa orangnya. Supaya tidak ada yang dirugikan makanya opsi itu datang dari peserta pleno, sebut Imran.Wakil Ketua DPD I Golkar Sumut Dolly Sinomba Siregar dan Ramli yang menghadiri rapat pleno revitalisasi mengatakan, dalam menjalankan roda organisasi Partai Golkar, pihaknya tidak ingin ada hal-hal yang mengganggu."Kita akan mengevaluasi orang-orang yang tidak sejalan dengan kita, itulah maksud dan tujuan revitalisasi yang kita laksanakan sekarang. Dari hasil rapat tadi kita lihat semua mendukung, dan telah meneken kesepakatan dengan mengakui kepengurusan ARB sebagi Ketua Umum DPP dan sebagai Sekjen Idrus Marham, dan di Sumut kita masih mengakui Ajib Shah, begitu juga di DPD II Golkar Madina masih As Imran Khaitamy Daulay sebagi ketua. Yang tidak sejalan dengan kita, akan kita berikan sanksi keras," paparnya. (BS-026)